Bumbu HEI untuk Tulisan: Hiburan, Edukasi, dan Inspirasi
Pada kelas penulisan konten media sosial, saya selalu menguraikan The Four "E" (4E) yang perlu ada pada kiriman akun media sosial. Keempat "E&
Baca SelengkapnyaPada kelas penulisan konten media sosial, saya selalu menguraikan The Four "E" (4E) yang perlu ada pada kiriman akun media sosial. Keempat "E&
Baca SelengkapnyaPada bagian awal buku, biasanya kita berhadapan dengan halaman kata pengantar atau prakata. Selama ini saya mengira bahwa keduanya sama saja. Ternyata, kata pengantar bukanlah prakata.
Baca SelengkapnyaUKBI atau Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia adalah wadah yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, untuk mengukur kompetensi seseorang
Baca SelengkapnyaMenyunting naskah bukanlah pekerjaan yang mudah. Kita tahu, seorang editor bahasa sebaiknya memiliki pengetahuan kebahasaan yang memadai. Lebih dari itu, ada pula aspek-aspek lain dalam
Baca SelengkapnyaSewaktu memilih jurusan Sastra Indonesia, saya mendapat tanggapan yang kurang mengenakkan dari orang-orang terdekat. Sebagian anggota keluarga besar mengerutkan dahi mereka. Teman-teman semasa sekolah
Baca SelengkapnyaSaya menemukan satu artikel menarik yang ditulis oleh Jonah Malin, seorang ahli strategi konten, penulis wara, dan editor bahasa. Ia menulis tujuh kekeliruan yang sering kali
Baca SelengkapnyaSalah satu dosa besar dalam penulisan ilmiah ialah plagiarisme. Eh, atau plagiat, ya? KBBI Daring mencantumkan arti plagiarisme sebagai 'penjiplakan yang melanggar hak cipta'
Baca SelengkapnyaArtikel dan esai merupakan dua jenis tulisan nonfiksi. Keduanya dapat kita baca dalam situs media massa daring dan surat kabar cetak. Saat ini, artikel pun dimanfaatkan
Baca SelengkapnyaRingkasan dan ikhtisar adalah dua cara mereproduksi sebuah teks. Perintah untuk membuat ringkasan dan ikhtisar sering sekali kita dengar semasa sekolah. Bahkan, di perguruan tinggi pun,
Baca SelengkapnyaSeperti yang kita tahu, tulisan ilmiah dapat diklasifikasikan lebih lanjut menjadi ilmiah murni dan ilmiah populer. Keduanya memiliki struktur, gaya bahasa, bahkan target pembaca yang berbeda.
Baca SelengkapnyaTentu kita sudah familier dengan istilah parafrasa. Dalam tugas-tugas perkuliahan, kita akan melakukan parafrasa terhadap rujukan-rujukan yang kita baca. Lebih dari itu, bagi seorang
Baca SelengkapnyaKarya sastra tidak bertumpu sepenuhnya pada kata yang baku, pasangan idiomatis yang telah ditetapkan, bahkan efektivitas kalimat. Sebuah puisi, cerpen, atau novel dapat menyampaikan keindahan dengan
Baca SelengkapnyaTidak ada tulisan dengan kata itu di halaman ini.