Berita

Allianz Menguatkan Komunikasi Profesional bersama Narabahasa

ditulis oleh Narabahasa

Allianz Menguatkan Komunikasi Profesional bersama Narabahasa

Kemampuan menulis efektif dalam ranah profesional cukup penting dalam mendukung pelaksanaan layanan nasabah bagi pegawai Allianz. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Allianz dengan Narabahasa bekerja sama untuk mengadakan pelatihan griyaan secara daring pada Senin, 14 September 2026, pukul 8.30 s.d. 16.15 WIB. Pelatihan ini mengusung topik “Keterampilan Menulis Efektif” yang diharapkan dapat mengasah kemampuan pegawai Allianz dalam menyusun informasi ke dalam medium tulisan yang terstruktur, ringkas, mudah dipahami, dan efektif sehingga dapat mendukung komunikasi profesional antara nasabah dan organisasi. 

Pelatihan yang diikuti oleh 28 peserta ini dipandu oleh Ivan Lanin sebagai pengajar sekaligus direktur utama Narabahasa. Nazwa Aulia selaku moderator membuka kegiatan dan membacakan profil pengajar. Sebelum sesi pemaparan materi dimulai, peserta diminta untuk mengisi tes awal yang terdiri atas sepuluh pertanyaan seputar kemampuan menulis. Hasil dari tes awal menunjukkan mayoritas peserta hanya mendapatkan angka 5 dari 10 poin. 

Pada sesi pemaparan materi, Ivan mengawalinya dengan pembahasan mengenai keterampilan berbahasa, konteks bahasa yang baik, kaidah bahasa yang tepat, dan rujukan kebahasaan yang dapat diakses untuk membantu peserta dalam menulis. Kemudian, ia membahas aspek-aspek yang perlu diperhatikan secara detail oleh peserta dalam penulisan efektif, lengkap dengan contoh penerapannya melalui beberapa jenis dokumen. 

Selain itu, Ivan juga menyampaikan bahwa materi yang disusun olehnya ini tidak hanya berputar pada tahapan dalam menulis efektif, tetapi juga memperkenalkan cara bijak berupa modal manusia yang dibutuhkan untuk berdiskusi dengan akal imitasi (AI). “Saat ini, hampir separuh dari jumlah manusia di Bumi berbondong-bondong meminta bantuan kepada AI. Sayangnya, tidak dengan cara yang bijak. Mereka justru menjadikan AI sebagai alat serbabisa, bukan alat bantu untuk berdiskusi,” jelas Ivan. 

Pelatihan berlangsung cukup interaktif karena sesi tanya jawab turut berjalan sepanjang sesi pemaparan materi. Pelatihan sempat dijeda untuk melaksanakan isama, lalu dilanjutkan kembali dengan sesi kuis. Moderator memandu kuis ini dan menginformasikan bahwa satu peserta yang berhasil memperoleh poin tertinggi, yakni Ayub Yoga Pratama, akan menerima hadiah berupa buku dari Tim Narabahasa.

Setelah kuis, peserta diarahkan untuk mengajukan dokumen yang perlu ditinjau bersama dalam sesi bedah contoh. Ivan membimbing para peserta untuk  mengkritisi dokumen pada seluruh aspek, baik kebahasaan maupun format dan struktur. “Dokumen yang dibahas dalam pelatihan ini cukup beragam. Namun, mayoritas berupa surel dan dokumen persuratan karena sepertinya jenis dokumen tersebut yang sangat akrab dengan tugas mereka sehari-hari,” ungkap  Ivan. Dalam sesi ini, peserta juga turut mendiskusikan dokumen tersebut dengan memperbaiki beberapa aspek yang belum sesuai dengan mengacu pada salindia materi. 

Selain sesi materi dan bedah contoh, peserta juga diberikan waktu untuk berlatih menulis menggunakan pemahaman materi yang sudah mereka terima pada sesi sebelumnya. Meskipun begitu, Ivan tetap mempersilakan peserta yang masih kesulitan dalam menulis untuk bertanya dan berdiskusi bersama. Sesi ini juga ditujukan untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan oleh Ivan. 

Setelah seluruh materi dipaparkan, peserta diminta mengerjakan tes akhir dengan jumlah pertanyaan yang sama seperti tes awal. Hasil dari tes ini digunakan untuk mengukur perkembangan kemampuan menulis peserta setelah mengikuti rangkaian pelatihan. Secara umum, hasil tes akhir menunjukkan peningkatan cukup signifikan pada kemampuan menulis efektif dalam konteks profesional. Mayoritas peserta memperoleh angka 9 dari 10 poin. 

Melalui pelatihan ini, Narabahasa juga mengajak peserta untuk mulai mengasah kemampuan dalam mengolah informasi menjadi sebuah tulisan yang ringkas dan efektif. Pelatihan ini pada akhirnya tidak hanya berupa pembekalan dan pengarahan kemampuan menulis efektif oleh Narabahasa, tetapi juga menjadi pendampingan untuk menguatkan strategi komunikasi profesional kepada peserta agar dapat terus meningkat dan berkelanjutan. 

 

Penulis: Jovita Dwi Swistika Murti

Penyunting: Rifka Az-zahra