Elipsis si Tiga Titik
KBBI dan EYD tidak kompak dalam menyebut nama tanda baca berupa tiga titik (…) yang berjejer. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) menyebutnya elipsis, sedangkan EYD (Ejaan Bahasa
Baca SelengkapnyaKBBI dan EYD tidak kompak dalam menyebut nama tanda baca berupa tiga titik (…) yang berjejer. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) menyebutnya elipsis, sedangkan EYD (Ejaan Bahasa
Baca SelengkapnyaKBBI mencantumkan arti “garis miring” sebagai ‘garis yang menyerong (tidak tegak lurus)’. Definisi itu tidak mengandung arti sebagai tanda baca. Kamus kita itu secara tersirat menunjukkan
Baca SelengkapnyaBuku 200+ Solusi Editing Naskah dan Penerbitan karya Bambang Trim (2017) menjelaskan dunia penyuntingan dari dasar hingga mendalam. Pada buku terbitan Bumi Aksara, Jakarta, ini, penulis
Baca SelengkapnyaBersama dengan tanda koma, tanda titik koma (;) dan titik dua (:) termasuk dalam tanda baca penjeda. Kedua tanda baca itu diletakkan pada tengah kalimat dengan spasi setelahnya
Baca SelengkapnyaTanda koma adalah tanda baca penjeda multiguna. Ia menunjukkan jeda terkecil pada struktur kalimat. Tanda koma digunakan untuk memisahkan (1) klausa dan konjungsi, (2) keterangan, (3)
Baca SelengkapnyaAda tiga tanda baca yang dapat menutup kalimat, yaitu tanda titik (.), tanda tanya (?), dan tanda seru (!). Tanda titik menamatkan kalimat pernyataan (deklaratif), tanda tanya menutup kalimat
Baca SelengkapnyaPamusuk Eneste berpengalaman sebagai editor di Kelompok Kompas Gramedia selama 28 tahun (1982–2010). Ilmunya itu kemudian dituangkan menjadi bahan mata kuliah penyuntingan yang diampunya di
Baca SelengkapnyaBaju baru saya sedang dicuci. Pada kalimat itu, kata baru menjelaskan baju, sedangkan sedang menerangkan dicuci. Kata yang menerangkan kata lain itu disebut kata keterangan atau
Baca SelengkapnyaSalah satu pertanyaan yang sering diajukan kepada saya ialah "Buat apa kita selalu mencari padanan bahasa Indonesia untuk kata atau istilah bahasa asing? Bukankah kita
Baca SelengkapnyaKita memerlukan bahan untuk menulis—atau berbicara. Ketika menulis artikel, misalnya, setelah mendapatkan ide topik tulisan, kita akan membaca rujukan, menonton video, atau menanyakan pendapat orang
Baca SelengkapnyaPada salah satu sesi pertemuan daring, Kang Asep—calon widyaiswara Narabahasa yang asli Sunda, tetapi merantau ke Jepang—memperkenalkan istilah listicle. "Itu artikel berbentuk daftar
Baca SelengkapnyaSebuah judul perlu dibedakan dengan teks lain di sekitarnya. Ketika saya menulis kalimat "Saya punya Recehan Bahasa", misalnya, pembaca mungkin tidak dapat menangkap dengan
Baca SelengkapnyaTidak ada tulisan dengan kata itu di halaman ini.