Kosakata yang Bertumbuh
Salah satu pertanyaan yang sering diajukan kepada saya ialah "Buat apa kita selalu mencari padanan bahasa Indonesia untuk kata atau istilah bahasa asing? Bukankah kita
Baca SelengkapnyaSalah satu pertanyaan yang sering diajukan kepada saya ialah "Buat apa kita selalu mencari padanan bahasa Indonesia untuk kata atau istilah bahasa asing? Bukankah kita
Baca SelengkapnyaPagi ini saya dibangunkan oleh seruan milik nenek saya, “De, pasang bendera!” Sepertinya beliau terpengaruh oleh rumah-rumah di sebelah yang sudah lebih dulu memasang bendera.
Baca SelengkapnyaDi antara lahir dan mati, ada suatu tahap yang mau tak mau harus dijalani oleh manusia—dan makhluk hidup lain: menunggu. Begitulah kalimat yang muncul ketika
Baca SelengkapnyaAkhir-akhir ini perasaan saya tidak tenang ketika membuka media sosial. Bagaimana tidak, hampir setiap hari saya mendapat berita duka dari orang-orang terdekat. Tidak hanya
Baca SelengkapnyaBeberapa hari terakhir, masyarakat Indonesia dikagetkan oleh permohonan maaf salah satu pejabat publik yang (akhirnya) mengakui bahwa penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) masih belum optimal.
Baca SelengkapnyaPandu Riono geram. Pada 20 Juni 2020, ahli epidemiologi dari FKM UI (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia) itu mengetwit bahwa Indonesia mengidap herd stupidity. Penularan virus
Baca SelengkapnyaSudahkah Kerabat Nara merasakan sentuhan matahari pagi ini? Cahayanya bagai doa abadi yang senantiasa menghangatkan penghayatan. Pejamkan mata dan bertenanglah sejenak. Bukalah kalbu sehingga keindahannya menyembuhkan
Baca SelengkapnyaSaya sedang bermenung tentang topik apa yang akan saya bahas untuk nawala pekan ini ketika adik saya menghampiri dengan raut wajah bingung. Sontak saya pun bertanya,
Baca SelengkapnyaPernahkah Kerabat Nara merasa pening usai membaca sesuatu? Saya duga jawabannya pernah ketika yang Kerabat Nara baca ialah pesan tanda berakhirnya sebuah hubungan. Hari kemarin saya
Baca SelengkapnyaDahulu, ketika masih menjadi mahasiswa Sastra Indonesia, saya tidak asing dengan pertanyaan, “Nanti setelah lulus kuliah, (kamu) akan jadi guru, ya?” Pertanyaan itu disampaikan dengan berbagai
Baca SelengkapnyaSaya sedang belajar menulis fiksi kepada Mas Sulak (A.S. Laksana). Kelas-kelas beliau disampaikan semata melalui surel. Setiap hari kami dikirimi bahan bacaan dan diminta
Baca SelengkapnyaPekerjaan sehari-hari saya, selain menjadi juru bantu di Narabahasa, adalah mengamati tingkah laku netizen di media sosial, seperti Instagram dan Twitter. Saya suka memperhatikan tanggapan
Baca SelengkapnyaTidak ada tulisan dengan kata itu di halaman ini.