Nasib Bahasa Daerah di Tengah Perayaan Bulan Bahasa
Saya sudah merencanakan untuk menulis sesuatu tentang Bulan Bahasa pada Oktober tahun ini. Namun, hingga menjelang tanggal 28, saya belum menemukan ide apa pun. Saya sudah
Baca SelengkapnyaSaya sudah merencanakan untuk menulis sesuatu tentang Bulan Bahasa pada Oktober tahun ini. Namun, hingga menjelang tanggal 28, saya belum menemukan ide apa pun. Saya sudah
Baca SelengkapnyaBelakangan, saudara anjing ramai diperbincangkan pada media sosial. Saya pun baru mendengar bentukan ini. Saudara anjing sudah tercatat dalam kamus kita dengan makna ‘saudara seibu berlainan
Baca SelengkapnyaSaya lupa tentang kapan persisnya ungkapan iya banget lagi muncul. Namun, saya ingat ungkapan tersebut pertama kali saya dapatkan dari internet. Iya banget lagi biasanya muncul
Baca Selengkapnya”Perubahan iklim membunuh kita. Perubahan iklim adalah krisis kesehatan,” ujar Vanessa Kerry, Utusan Khusus WHO untuk Kesehatan dan Perubahan Iklim. Sejak lama, perubahan iklim sudah menjadi
Baca SelengkapnyaDalam kelas Pengantar Sastra Indonesia pada 2014, dosen saya berkata bahwa jika buku yang sedang kita baca tidak menggugah selera, kita tidak usah melanjutkan membaca. “Bakar
Baca SelengkapnyaTiba-tiba saya penasaran mengenai mengapa bahasa Betawi kental dengan alofon [e]. Contohnya adalah kata iye dan ape. Dalam bahasa Indonesia, kita menyebutnya iya dan apa.
Baca SelengkapnyaBahasa akan selalu berkembang. Hal ini tidak terpisahkan dari perilaku manusia, penuturnya, yang juga berkembang. Sebagian Kerabat Nara mungkin tahu, bjir sudah menjadi salah satu kata
Baca SelengkapnyaPada 24 Agustus 2023, Teddy Adhitya, solois asal Indonesia, merilis album terbaru bertajuk semua, semua. Ini adalah album ketiganya. Berbeda dengan rilisan sebelumnya, kali ini Teddy
Baca SelengkapnyaSelama ini, saya mengetahui bahwa bahasa Indonesia memiliki dua pola pembentukan frasa, yaitu pola diterangkan-menerangkan (D-M) dan menerangkan-diterangkan (M-D). Mari, kita segarkan
Baca SelengkapnyaSalah satu buku yang saya banggakan karena bisa berada di rak buku saya adalah Kritik Sastra Indonesia Modern (2003). Buku ini ditulis oleh Rachmat Djoko Pradopo,
Baca SelengkapnyaSuatu hari, Mas Harrits—kolega saya di Narabahasa—bertanya, “Dhis, lo pernah nggak nemu sastrawan yang juga seorang linguis?” Pertanyaan yang menarik. Saya kemudian mengingat beberapa
Baca SelengkapnyaSalah satu grup musik Indonesia yang saya kagumi adalah Efek Rumah Kaca (ERK). Sedari dulu, saya memang terpikat pada band ini. Lirik-lirik bahasa Indonesia yang
Baca SelengkapnyaTidak ada tulisan dengan kata itu di halaman ini.