Nasgor Goreng, Nobar Bareng, Nomor NIK
Hari ini, saya menemukan satu istilah yang selama ini telah saya cari, yakni sindrom sindrom akronim redundant (sindrom SAR)—kamus kita belum mencatat kata redundan. Sindrom
Baca SelengkapnyaHari ini, saya menemukan satu istilah yang selama ini telah saya cari, yakni sindrom sindrom akronim redundant (sindrom SAR)—kamus kita belum mencatat kata redundan. Sindrom
Baca SelengkapnyaBahasa Indonesia mempunyai beberapa imbuhan akhir (sufiks). Berdasarkan pemaparan Harimurti Kridalaksana dkk. (1985) dalam Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia, sufiks ini mencakup -kan, -i, -nya, -wati,
Baca SelengkapnyaBahasa bersifat arbitrer. Artinya, bahasa itu manasuka, suka-suka, dan sewenang-wenang. Pandangan ini dipopulerkan oleh Ferdinand de Saussure, linguis asal Swiss. Sudah pernah saya jelaskan
Baca SelengkapnyaBahasa Indonesia punya banyak bentuk terikat. Dalam Kamus Linguistik Edisi Keempat (2009), bentuk terikat didefinisikan sebagai ‘bentuk bahasa yang harus bergabung dengan unsur lain untuk dipakai
Baca SelengkapnyaSaat ini, bahasa Indonesia mengenal dua padanan untuk kata email, yaitu 'posel' dan 'surel'. Posel adalah kependekan dari pos elektronik yang berarti
Baca SelengkapnyaBanyak perusahaan atau jenama yang menggunakan simbol &. Salah satu penerbit di New York, Simon & Schuster, memakai simbol ini pada namanya. Ada juga perusahaan telekomunikasi
Baca SelengkapnyaProtesis merupakan salah satu fenomena kebahasaan pada tataran fonologi. Menurut Abdul Chaer dalam Fonologi Bahasa Indonesia (2013), protesis tergolong ke dalam anaptiksis, yakni perubahan bunyi sebuah
Baca SelengkapnyaApakah Kerabat Nara pernah melihat seseorang menggunakan kata kami atau kita (pronomina persona pertama jamak) untuk memaknai aku atau saya (pronomina persona pertama tunggal)? Biasanya dalam
Baca SelengkapnyaKetika sedang bersama teman sebaya dalam situasi yang tidak resmi, kita tidak diwajibkan untuk berbicara secara formal dan menggunakan kata baku. Tentu aneh rasanya apabila saya
Baca SelengkapnyaSudah pernah saya jelaskan bahwa wacana merupakan kesatuan makna (semantis) antarbagian di dalam suatu bangun bahasa yang terbesar dan terikat pada konteks. Dalam wacana tulis, kita
Baca SelengkapnyaSaya yakin beberapa dari kita masih sering menganggap bahwa majas merupakan konsep yang sama dengan gaya bahasa. Kalau diingat-ingat, guru bahasa Indonesia sewaktu saya bersekolah
Baca SelengkapnyaBerdasarkan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (2017), bahasa Indonesia memiliki empat kelas kata utama, yakni verba, nomina, adjektiva, dan adverbia. Di luar itu, ada pula kategori
Baca SelengkapnyaTidak ada tulisan dengan kata itu di halaman ini.