Fonem /F/ dan /V/
Mengapa fonem /f/ dalam kata aktif harus berubah menjadi /v/ dalam aktivitas? Apabila /f/ dan /v/ mewakili bunyi yang sama, mengapa vitamin tidak ditulis fitamin? Ternyata,
Baca SelengkapnyaMengapa fonem /f/ dalam kata aktif harus berubah menjadi /v/ dalam aktivitas? Apabila /f/ dan /v/ mewakili bunyi yang sama, mengapa vitamin tidak ditulis fitamin? Ternyata,
Baca SelengkapnyaSebelumnya saya sudah menyinggung bahwa ciri fonologis bahasa Indonesia dapat tecermin melalui pola gugus dan deret fonem. Lebih dari itu, fonotaktik atau struktur fonemis juga dapat
Baca SelengkapnyaDalam fonologi, istilah gugus fonem dan deret fonem perlu dibedakan. Gugus fonem adalah dua buah fonem berbeda yang berada di dalam silabel atau suku kata yang
Baca SelengkapnyaSelain diksi dan struktur kalimat, bunyi adalah aspek penting dalam bahasa, terutama pada ragam lisan. Nyatanya, bunyi tidak melulu menyangkut vokal dan konsonan. Lebih dari itu,
Baca SelengkapnyaDalam “Variasi Bunyi Vokal”, saya sudah membahas bahwa setiap fonem vokal dalam bahasa Indonesia memiliki alofon atau variasi bunyi. Fonem /a/ memiliki satu alofon, yakni [a]
Baca SelengkapnyaKita bisa lihat, lembab dan lembap adalah dua kata dengan akhiran fonem yang berbeda, [b] dan [p]. Dalam ragam tulisan, tentu kita sebaiknya merujuk pada kata
Baca SelengkapnyaBahasa Indonesia mengenal lima huruf vokal, yakni a, i, u, e, dan o. Kelima huruf tersebut dapat membedakan arti kata. Misalnya, vokal a dan i mengontraskan
Baca SelengkapnyaSaya sudah pernah menyinggung sedikit mengenai metatesis. Pada artikel “Bahasa Jaksel”, kata-kata seperti kuy, alig, dan sabeb mengalami metatesis, yakni perubahan letak huruf, bunyi, atau
Baca SelengkapnyaSetelah menggunakannya sehari-hari, pernahkah Kerabat Nara bertanya, bagaimana bahasa Indonesia bisa terbentuk? Dari sekian banyak bahasa daerah di gugusan pulau Nusantara, mengapa kita menggunakan bahasa
Baca SelengkapnyaTidak ada tulisan dengan kata itu di halaman ini.