Mengenal Grafem: /e/, /ə/, dan e
Abdul Chaer (2013) menuliskan bahwa ejaan adalah konvensi grafis, yaitu kesepakatan di antara penutur suatu bahasa untuk menuliskan bahasanya. Seperti yang kita tahu, bahasa Indonesia mengadopsi
Baca SelengkapnyaAbdul Chaer (2013) menuliskan bahwa ejaan adalah konvensi grafis, yaitu kesepakatan di antara penutur suatu bahasa untuk menuliskan bahasanya. Seperti yang kita tahu, bahasa Indonesia mengadopsi
Baca SelengkapnyaMengapa fonem /f/ dalam kata aktif harus berubah menjadi /v/ dalam aktivitas? Apabila /f/ dan /v/ mewakili bunyi yang sama, mengapa vitamin tidak ditulis fitamin? Ternyata,
Baca SelengkapnyaDalam fonologi, istilah gugus fonem dan deret fonem perlu dibedakan. Gugus fonem adalah dua buah fonem berbeda yang berada di dalam silabel atau suku kata yang
Baca SelengkapnyaDalam “Variasi Bunyi Vokal”, saya sudah membahas bahwa setiap fonem vokal dalam bahasa Indonesia memiliki alofon atau variasi bunyi. Fonem /a/ memiliki satu alofon, yakni [a]
Baca SelengkapnyaBahasa Indonesia mengenal lima huruf vokal, yakni a, i, u, e, dan o. Kelima huruf tersebut dapat membedakan arti kata. Misalnya, vokal a dan i mengontraskan
Baca SelengkapnyaTidak ada tulisan dengan kata itu di halaman ini.