Berita

Kinara #63: Membahas Dilema Perempuan dalam Cerita yang Ringan

ditulis oleh Narabahasa

Narabahasa mengawali 2026 dengan melaksanakan Kinara (Kicauan Narabahasa) episode ke-63 pada Sabtu, 10 Januari 2026, di platform Spaces X. Kinara kali ini mengundang Ratri Ninditya dan membahas bukunya yang berjudul Hantu Ulang-alik. Buku ini menjadi salah satu dari 10 besar Buku Sastra Pilihan Tempo 2025. 

Buku ini berawal dari pengalaman dan perasaan Ratri atas fenomena yang terjadi, baik pada dirinya sendiri maupun perempuan di sekitarnya. Penulis yang akrab disapa Ninin itu mengangkat isu di dunia perempuan secara konsisten di seluruh karyanya. Hantu Ulang-alik secara spesifik menyoroti permasalahan yang kerap terjadi di dunia perempuan terhadap orang tua, pasangan, bahkan teman. 

Dalam proses menulisnya, Ratri Ninditya menggunakan bahasa yang ringan untuk membahas permasalahan atau topik yang cukup kompleks. “Selain untuk mengurai emosi yang aku pendam, menulis dengan bahasa yang ringan itu membantu aku untuk menjadi lebih terhubung ke pembacaku. Aku juga meyakini akan lebih mudah untuk membicarakan hal yang kompleks dengan bahasa sehari-hari,” katanya. 

Beberapa cerita dalam buku ini sudah mulai ditulis sejak 2020 dan beberapa lainnya baru ditulis 2024. Akhirnya, Ninin mulai mengumpulkan semua ceritanya ke dalam satu tema setelah ditawari untuk merilis buku oleh penerbit baNANA. “Aku butuh waktu yang cukup lama, ya, untuk mengumpulkan cerita-ceritaku ini, karena saat itu aku merasa cerita 2020 kurang relevan dan perlu penyesuaian,” ujarnya. 

Dengan latar profesi sebagai seorang peneliti, Ninin terbiasa untuk menulis karya-karya nonfiksi. Namun, hal ini justru menjadi rintangan baginya ketika mulai menulis karya-karya fiksi. Ada tantangan tersendiri dalam mengolah ide dan perasaan menjadi sebuah karya yang memerlukan struktur penulisan yang berbeda. “Ketika aku menulis hasil riset, itu, kan, memerlukan energi yang besar. Dan ketika aku harus menulis fiksi, aku merasa butuh mengondisikan diriku sendiri. Apalagi ketika menulis karya Hantu Ulang-alik ini aku sedang melakukan riset juga,” katanya. 

Pengalaman menulis karya ini menyadarkan Ninin bahwa seorang penulis mungkin memiliki kepekaan yang lebih terhadap lingkungannya dan hal ini dapat melahirkan ide berdasarkan kenyataan atau bahkan memprediksi masa depan. “Aku jadi meyakini, ketika kita ada di zona berkarya, indra kita menjadi lebih peka dan kita jadi bisa menangkap hal-hal yang belum tentu bisa kita tangkap ketika kita sedang tidak berkarya. Ketika ide itu muncul, bisa saja imajinasi itu menjadi kenyataan karena indra kita yang sangat sensitif,” ujarnya.

Untuk menutup Kinara episode ke-63, Ninin menyatakan keinginannya untuk terus menciptakan karya fiksi. Ia juga ingin bisa lebih fokus setelah hiatus selama lima tahun dari karya sebelumnya. “Aku beneran mau fokus di fiksi, dan alhamdulillah, ketika Hantu Ulang-alik ini rilis, aku bisa keliling dan ketemu berbagai pembaca yang sangat memotivasi aku. Jadi, aku berusaha untuk lebih produktif lagi dalam berkarya,” pungkasnya.

Penulis: Tuah Ananda Setiawan

Penyunting: Rifka Az-zahra