Kelas Luring Publik (KLP) kembali diselenggarakan oleh Narabahasa yang bertajuk “Menulis Surat Resmi” pada Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 09.00 s.d. 16.00 WIB secara luring di Omah Martimbang, Jakarta Selatan. Kelas ini dihadiri oleh 8 peserta yang dipandu oleh Ivan Lanin sebagai pengajar. KLP kali ini berfokus pada tiga topik utama, yakni keterampilan bahasa, penulisan naskah dinas, dan gramatika serta ejaan. Peserta yang mendaftar sekaligus mengikuti kelas ini mendapatkan sertifikat, modul digital, dua kali rehat kopi, satu kali makan siang, dan cendera mata.
Kelas dibuka oleh Nazwa Aulia sebagai moderator yang menyambut peserta dengan semangat melalui pantun. Sebelum pemaparan materi dimulai, Ivan memantik peserta dengan bertanya terkait kesulitan yang kerap dihadapi dalam menulis naskah dinas. Berangkat dari pertanyaan itu, Ivan menjelaskan bahwa keterampilan menulis akan terasah apabila keterampilan berbahasa sudah kita kuasai. Selain itu, peserta juga diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan mereka. Jawaban mereka bervariasi. Ada yang menjawab sulit dalam memadatkan tujuan komunikasi dalam surat. Ada pula yang membagikan pengalaman bahwa format penulisan naskah dinas yang berbeda-beda cenderung membingungkan pegawai. Meskipun hanya dihadiri oleh kurang dari 10 peserta, kegiatan berlangsung cukup interaktif.

Selanjutnya, kelas beralih pada agenda utama, yaitu pemaparan materi oleh Ivan. Materi yang diberikan kepada peserta terlampau lengkap, tidak hanya meliputi tahapan menyusun naskah dinas secara format, tetapi juga menggali kemampuan menulis peserta melalui keterampilan bahasa. Ivan menampilkan penerapan gramatika lengkap dengan ejaan dalam contoh-contoh naskah dinas.
Ivan menerangkan bahwa keterampilan bahasa adalah pilar utama dalam menulis. Selain itu, dalam sesi yang sama, ia juga menambahkan materi “Bekerja bersama AI” untuk mengedukasi peserta tentang batasan-batasan AI dalam membantu proses menulis.
Setelah menjelaskan pengantar keterampilan bahasa, Ivan berikutnya menjabarkan keterkaitan antara komunikasi dinas dan penyusunan naskah dinas. Ivan membagi komunikasi dinas menjadi empat pilar, yakni tulisan, lisan, laporan, dan rapat. Selain itu, Ivan juga menjelaskan berbagai jenis naskah dinas yang tidak hanya terdiri atas surat resmi, tetapi juga laporan, notula, siaran pers, dan sebagainya.
Selama kelas berlangsung, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai struktur dan jenis naskah dinas, tetapi juga mempelajari cara menyusun surat dengan memperhatikan konteks dan kaidah bahasa. Ivan menjelaskan bahwa penulisan surat resmi perlu memperhatikan pesan yang ingin disampaikan. “Sasaran penerima dan cara penyampaiannya perlu diperhatikan agar wacana tersusun secara terstruktur, koheren, kohesif, lengkap, dan selaras,” tutur Ivan. Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya perangkaian kalimat, pemilihan kata yang tepat, serta penertiban ejaan, termasuk penggunaan huruf, kata, dan tanda baca dalam surat resmi.
Kelas ditutup dengan sesi tanya jawab antarpeserta dengan pengajar yang dipandu oleh moderator. Pada akhir kelas, Ivan juga menyampaikan bahwa pemahaman mengenai surat resmi dinilai penting dalam menunjang keefektifan komunikasi masyarakat, baik dalam dunia pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sehari-hari.
Penulis : Jovita Dwi Swistika Murti
Penyunting : Rifka Az-zahra