Berita

Menulis dari Suara Perempuan melalui Reportase dalam Buku Pembangunan untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami

ditulis oleh Narabahasa

Menulis dari Suara Perempuan melalui Reportase dalam Buku Pembangunan untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami

Kicauan Narabahasa (Kinara) Agustus ini sudah memasuki episode ke-74 dengan mengundang Anita Dhewy, salah satu penulis buku Pembangunan untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami. Program rutin yang dilaksanakan setiap bulan ini dipandu oleh Muhammad Rauf sebagai moderator pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 19.00 s.d. 20.00 di Spaces X. Diskusi Kinara kali ini berfokus pada proses kreatif menulis reportase jurnalistik dan pengalaman Anita dalam meliput kehidupan nyata perempuan di wilayah yang terdampak proyek pembangunan. 

Buku reportase jurnalistik yang dibahas dalam episode Kinara ini diterbitkan oleh penerbit Marjin Kiri yang bekerja sama dengan Konde.co pada November 2025. Buku ini memuat tujuh laporan jurnalistik dari enam wilayah di Indonesia yang menyoroti kisah perempuan dalam menghadapi dampak pembangunan. Dalam diskusi ini, Anita mengungkapkan bahwa buku ini ditulis secara kolektif oleh tiga jurnalis, yakni Fiona Wiputri, Luthfi Maulana Adhari, dan dirinya melalui undangan field trip yang dilakukan oleh Trend Asia. “Reportase yang dimuat dalam buku ini bermula dari undangan field trip Trend Asia dalam rangka menggali kehidupan nyata masyarakat marginal yang berada di wilayah konflik. Dari undangan tersebut, kami berupaya melakukan peliputan dan akhirnya memutuskan untuk menulis buku ini,” ungkap  Anita. 

Selain membahas buku reportase tersebut, Anita juga sekilas memperkenalkan redaksi Konde.co sekaligus keterlibatannya dalam dunia jurnalis. Bagi Anita, Konde.co merupakan tempat tumbuh untuk kemampuan menulisnya dengan menyingkap isu perempuan, kelompok marginal, dan golongan minoritas lewat perspektif gender dan feminisme. Anita juga menyebutkan bahwa saat ini dirinya bukan lagi wakil pemimpin redaksi, melainkan redaktur khusus Konde.co sehingga buku reportase ini menjadi pencapaiannya dalam menyuarakan penindasan yang dialami perempuan oleh kebijakan pembangunan yang dikelola para penguasa. 

Diskusi berlangsung seru dan interaktif. Ivan Lanin yang hadir dalam Kinara kali ini juga turut bertanya kepada Anita terkait proses menulis karya feature yang dimuat dalam buku ini. Anita menjelaskan bahwa tujuh karya feature dalam buku ini berorientasi dari hasil peliputan yang sudah ketiga penulis lakukan. “Sebelum meliput, kami selalu meriset terlebih dahulu isu yang memang sedang krisis dan patut kami soroti dari enam wilayah tersebut. Riset ini berupa daftar pertanyaan untuk wawancara dan observasi lapangan. Saat itu, proses peliputan kami dibantu oleh tim dari Trend Asia. Selanjutnya, hasil riset tersebut dibuat menjadi kerangka sebelum pada akhirnya kami menulis secara utuh dengan melengkapi kerangka tersebut menggunakan sejumlah fakta yang kami dapatkan ketika turun ke lapangan,” jelasnya. 

Pembahasan berlanjut ke tantangan yang dihadapi oleh Anita selama peliputan. Lewat diskusi ini, Anita menuturkan bahwa represifitas aparat menjadi salah satu tantangan yang cukup sulit saat peliputan. “Represi yang kami dapatkan berupa ancaman dan intimidasi, khususnya ketika meliput kondisi di IKN. Tidak hanya ancaman, rekan kami juga ada yang ditangkap ketika melakukan peliputan untuk penggarapan buku ini,” tutur Anita. 

Menutup sesi diskusi, Anita menyampaikan pendapatnya bahwa karya tulis jurnalistik, seperti feature, dapat menjadi angin segar sekaligus penyemangat bagi masyarakat di tengah situasi darurat Indonesia saat ini. Terakhir, Anita memberikan pesan kepada peserta seputar rahasianya dalam menciptakan buku reportase. “Konsistensi dalam menulis itu yang paling utama. Sebab, dengan menulis secara bertahap, pemikiran kita akan didorong untuk lebih kritis dan kreatif sehingga kemampuan menyusun tulisan yang utuh juga secara tidak langsung akan makin terasah,” pungkasnya. 

Diskusi yang dihadirkan oleh Narabahasa melalui Kinara kali ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman dan inspirasi bagi peserta untuk mengenal lebih dekat proses kreatif di balik penulisan buku reportase jurnalistik.

 

Penulis: Jovita Dwi Swistika Murti

Penyunting: Rifka Az-zahra