Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menjalin kerja sama dengan Narabahasa melalui program Griyaan Luring Narabahasa (GLN) yang dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni pada 9 s.d. 10 Juli 2026 dan 16 s.d. 17 Juli 2026, pukul 09.00 s.d. 16.00 WIB di kantor KPEI. GLN kali ini mengusung topik “Keterampilan Menulis Naskah Dinas yang Efektif” dalam rangka peningkatan kualitas komunikasi tertulis di lingkungan kerja profesional KPEI. Setiap gelombang dihadiri oleh 10 peserta dari berbagai divisi dengan Ivan Lanin sebagai narasumber.
Pelatihan luring kali ini difokuskan pada bentuk utama naskah dinas, yakni laporan formal dan surat. Pada gelombang pertama, Ivan Lanin mengajak peserta untuk memahami terlebih dahulu cakupan yang terdapat dalam naskah dinas, seperti surat, laporan, proposal bisnis, presentasi, dan rapat. Setelah memahami bentuk-bentuknya, Ivan lalu meminta peserta menyusun surat internal, eksternal, laporan, dan proposal bisnis. Ivan memberikan arahan selama sesi praktik berlangsung sekaligus menekankan bahwa dalam menyusun naskah dinas diperlukan wacana yang baik mencakup pembuka, inti, dan penutup.
Berdasarkan hasil reviu, banyak hambatan yang dihadapi oleh peserta terletak pada aspek pemborosan kata pada kalimat, terutama dalam menyusun draf surat yang ringkas sehingga dibutuhkan bimbingan dalam mengefektifkan naskah agar langsung menyampaikan tujuan komunikasi. Sementara dalam penyusunan proposal, beberapa peserta sudah mampu menyusun bagian pendahuluan, mulai dari latar belakang, tujuan, dan ruang lingkup dengan baik. Namun, masih dibutuhkan penekanan sistematis pada aspek penunjang lainnya, seperti anggaran dan lini masa.
Pada aspek struktur kebahasaan, Ivan juga memperhatikan masalah ketidaksejajaran bentuk antarbutir dalam daftar dan penggunaan frasa yang belum sesuai, misalnya “melakukan analisis” yang bisa disederhanakan menjadi “menganalisis”. Untuk itu, pelatihan ini perlu dilakukan dalam upaya membantu kemampuan menulis peserta agar lebih efektif dengan penyusunan wacana dan penggunaan bahasa Indonesia yang tepat.
Melalui pelatihan menulis pada program yang dilaksanakan selama empat hari ini, Narabahasa mengingatkan kembali kepada peserta bahwa keterampilan menulis naskah dinas tidak hanya akan bersinggungan dengan ketepatan tata bahasa, tetapi juga kemampuan menyusun gagasan secara sistematis agar mudah dipahami oleh mitra perusahaan. Program kerja sama antara Narabahasa dan KPEI ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas komunikasi bisnis tertulis yang efektif sehingga dapat mendukung kelancaran koordinasi dan peluang bisnis dengan maksimal.
Penulis: Jovita Dwi Swistika Murti
Penyunting: Rifka Az-zahra