Berita

Kolaborasi Narabahasa dan Forum Lingkar Pena pada Tabah Episode Ke-185

ditulis oleh Narabahasa

Kolaborasi Narabahasa dan Forum Lingkar Pena pada Tabah Episode Ke-185

Tanya Jawab Kebahasaan (Tabah) kembali dilaksanakan oleh Narabahasa, kali ini dengan berkolaborasi bersama Komunitas Forum Lingkar Pena. Tabah Episode Ke-185 ini diselenggarakan pada Kamis, 30 Juli 2026, pukul 20.00 s.d. 21.00 WIB melalui siaran langsung Instagram. Acara ini menjadi penyelenggaraan Tabah kedua pada tahun ini setelah sempat terhenti cukup lama. 

Tabah pada episode kali ini dibuka oleh Jovita Dwi sebagai moderator yang menyambut Kerabat Nara sekaligus Ivan Lanin dan Nafi’ah Al-Ma’rab sebagai narasumber. Diskusi diawali dengan selayang pandang Komunitas Forum Lingkar Pena yang sudah berdiri sejak 1997 melalui semangat mahasiswa berikut dengan kisah singkat perjalanannya hingga menjadi komunitas besar yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Berangkat dari sana, Na’fiah menyoroti idealisme mahasiswa yang saat ini mulai menurun untuk berpartisipasi aktif mengembangkan literasi lewat komunitas maupun organisasi. Meskipun begitu, Forum Lingkar Pena hingga hari ini masih aktif memberdayakan literasi melalui berbagai program untuk mengedukasi masyarakat lintas generasi. 

Pada sesi tanya jawab, Ivan Lanin menjelaskan bahwa menjaga ketepatan berbahasa Indonesia di tengah derasnya arus komunikasi digital menjadi hal yang penting agar tetap konsisten. Ia juga menambahkan bahwa konsistensi berbahasa yang baik dan benar tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap kaidah saja, tetapi juga menyangkut kemampuan menyampaikan gagasan yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan. 

Interaksi yang terjalin antara narasumber dan peserta cukup aktif. Kerabat Nara mengajukan berbagai pertanyaan seputar penggunaan kata baku dan tidak baku, penulisan yang efektif di media sosial, pemilihan diksi dalam karya sastra, hingga kebiasaan berbahasa yang sering menimbulkan ambiguitas dalam komunikasi sehari-hari. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh narasumber dengan disertai contoh nyata yang dekat dengan kehidupan masyarakat berbahasa.

Terakhir, Ivan Lanin berharap ruang diskusi program Tabah dapat terus berlanjut sebagai sarana belajar bersama sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Nafi’ah juga berharap agar program kolaborasi Tabah ini bisa menjadi langkah berkelanjutan untuk menghadirkan program edukatif lainnya yang relevan bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda yang akrab dengan dunia digital.

 

Penulis: Jovita Dwi Swistika Murti

Penyunting: Rifka Az-zahra