Kelas Daring Publik (KDP) kembali dilaksanakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, pukul 09.00–11.00 WIB. Dengan topik “Menyusun Naskah Dinas”, kelas ini menghadirkan Ivan Lanin sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi KDP kelima pada 2026. Setiap peserta yang hadir mendapatkan rekaman kelas, salinan bahan ajar, dan sertifikat digital.
Sebelum memulai kelas, Ivan menjelaskan manfaat-manfaat yang diterima ketika seseorang mampu menulis dengan baik. Menurutnya, ada setidaknya tiga manfaat yang dapat diterima baik secara langsung maupun tidak langsung. “Pertama, pesan yang disampaikan menjadi efektif sehingga penerima pesan tidak menanyakan ulang pesan yang diterimanya. Kedua, proses menyampaikan pesan menjadi lebih efisien. Ketiga, citra menjadi positif. Hal ini sebab kalimat dan kata yang terstruktur akan memberikan kesan yang baik bagi orang lain,” ujar Ivan.
Dalam memahami tulisan yang baik, Ivan menganalisis jenis-jenis komunikasi berdasarkan jenis penerimanya. Ivan percaya bahwa pemahaman yang baik mengenai penerima pesan dapat membantu untuk merumuskan medium dan isi yang sesuai. “Kalau kita lihat, setidaknya ada empat jenis komunikasi. Ada komunikasi kepada atasan atau upward communication. Lalu, ada komunikasi dengan rekan yang setara atau lateral. Ada juga komunikasi ke bawah atau downward communication. Terakhir, komunikasi dengan publik,” jelasnya.
Ivan juga menghubungkan isu tersebut dengan naskah dinas yang menjadi topik kelas ini. Menurut Ivan, selain keempat jenis penerima tersebut, ada dua hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu isu serta umpan balik. “Berdasarkan hal tersebut, saya menempatkan penulisan naskah dinas pada tiga aspek. Pertama, kepatuhan pada format. Kedua, kesesuaian mekanisme. Ketiga, substansinya,” ujar Ivan.
Dalam menjelaskan topik “Menyusun Naskah Dinas”, Ivan membagi pembahasan menjadi tiga poin utama. Materi tersebut meliputi pengertian dan sasaran naskah dinas, jenis naskah dinas, naskah dinas arahan, korespondensi, dan khusus. Ivan juga menegaskan bahwa setiap instansi dapat melakukan penyesuaian dengan kebutuhan masing-masing. Ia juga menggunakan contoh resmi, baik untuk menjelaskan materi maupun memberikan templat naskah dinas.
Pemaparan diakhiri oleh sesi tanya jawab yang interaktif. Salah satu penanya, Welly Avandro, yang bekerja di Direktorat Jenderal Pajak, mengajukan pertanyaan, “Kantor saya sering kali membuka [surat] dengan frasa sehubungan dengan karena mereka terbiasa dengan itu. Apakah Uda punya saran yang lebih baik untuk membuka surat resmi?”
Menanggapi pertanyaan tersebut, Ivan mengungkapkan terlebih dulu fungsi dari frasa yang sering muncul pada surat-surat dinas tersebut. “Yang jelas bagian tersebut adalah anak kalimat atau bagian keterangan. Fungsinya adalah sebagai pendahuluan. Jika mau mengubah itu, kita bisa menggantinya jadi pernyataan-pernyataan yang diakhiri titik,” jelas Ivan.
Melalui kelas ini, Narabahasa berharap Kerabat Nara dapat memahami pentingnya komunikasi yang baik. Komunikasi yang dilakukan melalui medium tulisan sangat rentan terhadap miskomunikasi. Kelas ini digelar untuk memastikan bahwa komunikasi yang dilakukan melalui naskah dinas dapat dipahami sebabnya dengan baik sehingga komunikasi yang akan dilakukan menjadi lebih efektif.Penulis: Tuah Ananda Setiawan
Penyunting: Rifka Az-zahra