Berita

Kelas Daring Publik: Praktik Menulis Surat Resmi di Dunia Kerja

ditulis oleh Narabahasa

Kelas Daring Publik (KDP) kembali dilaksanakan pada Sabtu, 14 Maret 2026, pukul 09.00–11.00 WIB. Dengan topik “Menulis Surat Resmi”, kelas ini menghadirkan Ivan Lanin sebagai narasumber. Kegiatan ini sekaligus menjadi KDP pembuka pada 2026. Setiap peserta yang hadir mendapatkan rekaman kelas, salinan bahan ajar, dan sertifikat digital. KDP kali ini membagi topik pada tiga pembahasan  utama, yaitu karakteristik surat resmi, penyusunan surat resmi, dan bahasa pada surat resmi.Sebelum pemaparan materi, Ivan mengungkapkan pentingnya pemahaman dan kecakapan penulisan surat resmi. Menurutnya, kemampuan tersebut sangat penting untuk dimiliki oleh anggota perusahaan sebab kualitas penulisan yang buruk dapat menghambat kinerja. Ivan juga menyampaikan bahwa kelas ini diisi oleh peserta yang beragam sehingga kebutuhan dan jenis suratnya berbeda. Ivan mengajak para peserta untuk aktif menjelaskan kebutuhan mereka supaya dapat dijelaskan dengan materi yang telah disiapkan.

Lalu, Ivan memulai kelas kali ini dengan menjelaskan karakteristik surat. Pembahasan difokuskan pada komunikasi bisnis, penggolongan surat, hingga contoh surat. Ivan bahkan menjelaskan fungsi dan keunggulan dari tulisan dibandingkan dengan komunikasi lisan. “Tulisan adalah penemuan manusia yang mengubah zaman. Jika dilakukan dengan benar, komunikasi massal dapat efektif dilakukan dengan sebuah tulisan. Tulisan berbeda dari lisan; tulisan membutuhkan struktur,” ungkapnya.

Para peserta menunjukkan antusiasme yang baik. Pemaparan bersifat interaktif sehingga pertanyaan dapat diberikan kapan saja selama kelas berlangsung. Pertanyaan banyak bermunculan pada sesi pembahasan format surat. Para peserta bertanya perihal teknis, seperti cara penggunaan garis bawah pada nama yang bertanda tangan, syarat penggunaan lampiran pada surat, dan cara menulis waktu pada surat. 

Lalu, Ivan menjawab setiap pertanyaan dan menjelaskan sebab dari kebiasaan format penulisan yang salah, seperti penggunaan garis bawah yang berasal dari kebiasaan lama ketika menulis surat resmi dengan mesin tik, kebiasaan untuk membiarkan bagian lampiran bahkan ketika tidak ada yang dilampirkan, dan kebiasaan untuk menuliskan waktu tanpa aturan yang tepat. 

Terakhir, Ivan melanjutkan pembahasan dengan materi bagian surat. Ia membedah menjadi tiga bagian, yaitu awal, tengah, dan akhir. Ivan juga memerincikan isi pada tiap-tiap bagian serta memberikan contoh-contoh kalimat yang digunakan pada tiap bagian. Ivan juga menjelaskan tahap-tahap untuk menerapkan sistem penulisan yang diinginkan. Menurutnya, tahap awal adalah membuat pedoman dan membentuk templat jika sempat, tahap kedua adalah menyosialisasikan surat untuk unit kerja yang memerlukan penjelasan yang terperinci untuk setiap perubahan, dan terakhir adalah wajib untuk melakukan pengecekan terhadap penulisan yang dilakukan. 

Melalui kegiatan ini, Narabahasa berharap para peserta dapat memahami prinsip, struktur, dan penggunaan bahasa yang tepat dalam penulisan surat resmi. Dengan pemahaman tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkannya secara konsisten dalam kebutuhan komunikasi di lingkungan kerja masing-masing sehingga surat yang disusun menjadi lebih jelas, efektif, dan profesional.

Penulis: Tuah Ananda Setiawan

Penyunting: Rifka Az-zahra