Berita

Kelas Daring Publik: Memahami Laras Jurnalistik bersama Fauzan Al-Rasyid

ditulis oleh Narabahasa

Kelas Daring Publik (KDP) kembali dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 09.00–11.00 WIB. Dengan topik “Menulis Berita dan Siaran Pers”, kelas ini menghadirkan Fauzan Al-Rasyid sebagai widyaiswara. Kegiatan ini menjadi KDP keempat dari Narabahasa. Setiap peserta yang hadir mendapatkan rekaman kelas, salinan bahan ajar, dan sertifikat digital.

KDP kali ini membagi topik menjadi empat pembahasan utama, yaitu pengantar dan tujuan penulisan, dasar penulisan berita dan siaran pers, teknik menulis judul dan teras berita, dan bahasa pada berita dan siaran pers. 

Fauzan menjelaskan bahwa kelas kali ini difokuskan pada pembahasan mengenai laras bahasa jurnalistik. Menurutnya, bahasa Indonesia memiliki laras bahasa yang sangat beragam, dari sastra hingga hukum. “Ada yang disebut sebagai laras bahasa. Salah satunya laras jurnalistik. Secara model, laras ini memiliki kalimat yang pendek dan diksi yang populer,” jelasnya. 

Lalu, Ia juga mengungkapkan hakikat dari jurnalisme serta produk-produk yang dihasilkan. “Jurnalisme itu melaporkan dan mengabarkan fenomena dalam kehidupan. Hal itu meliputi peristiwa, masalah, atau gagasan yang menyangkut masalah atau peristiwa. Produk yang dihasilkan oleh jurnalistik sendiri dapat dibagi menjadi tiga, yaitu berita, opini, dan feature,” tuturnya. Fauzan juga turut menekankan pentingnya memahami produk yang diinginkan sebab tujuan dari penulisan akan memengaruhi cara penulis menyampaikannya. 

Pemaparan Fauzan juga tidak luput dari nilai berita yang wajib dimiliki oleh laporan linguistik. “Ada dua nilai berita, yaitu penting atau menarik,” ucapnya. Menurutnya, jika suatu tulisan tidak memiliki salah satu dari kedua nilai tersebut, ia tidak dapat disebut sebagai berita. Fauzan juga acapkali menggunakan contoh dalam menjelaskan struktur dari tiap-tiap produk berita, seperti perbedaan antara hard news dan soft news. 

Pada akhir sesi, Fauzan kembali menekankan mengenai pemahaman dasar dari jurnalisme. “Fokus jurnalisme ada tiga dan pembahasannya terbagi menjadi dua nilai. Pahami tujuan dari tulisan yang ingin dibuat sehingga dapat menentukan cara penulisannya,” tutupnya. 

Narabahasa berharap KDP dapat menjadi ruang belajar yang terbuka dan relevan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan berbahasa dan menulis. Melalui kelas ini, peserta diharapkan mampu memahami dasar-dasar jurnalistik sekaligus menerapkannya dalam kebutuhan profesional maupun personal. Narabahasa juga berkomitmen untuk terus menghadirkan topik-topik praktis yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Penulis: Tuah Ananda Setiawan

Penyunting: Rifka Az-zahra