Berita

Ivan Lanin: Kaidah Bahasa Indonesia Bukan Hanya Kamus

ditulis oleh Narabahasa

Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengundang Narabahasa untuk menjadi pembicara pada bimbingan teknis (bimtek) yang dilakukan pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilakukan secara daring pada pukul 09.30—12.00 WIB. Topik yang dipilih adalah “Penulisan Surat Dinas Sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)”. Para peserta yang hadir berjumlah 60 orang dengan persentase terbesar pegawai dari Itjen sendiri.

Pada tahap persiapan, Ivan Lanin, pemateri pada kegiatan tersebut, memperluas materi yang disampaikan menjadi “Penulisan Naskah Dinas Sesuai dengan Kaidah Bahasa Indonesia”. Hal ini disebabkan oleh dua hal. Pertama, Ivan memahami bahwa para peserta tidak hanya bertugas untuk menyusun surat dinas, tetapi juga bentuk korespondensi dinas lainnya. Kedua, Ivan juga ingin menekankan bahwa kaidah bahasa Indonesia tidak hanya terpaku pada kamus. 

Meskipun memiliki waktu pemaparan yang cukup ringkas, yaitu tiga jam, Ivan memaksimalkan materi yang telah disesuaikan untuk menyampaikan teori serta memberikan contoh-contoh, seperti nota dinas, surat dinas, laporan informatif, dan laporan analitis. Hasilnya, para peserta aktif bertanya mengenai materi, bahkan di luar dari bentuk surat dinas. “Mereka banyak bertanya perihal ejaan dan pilihan kata,” ungkap Ivan. 

Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah “Apakah jika sudah dituliskan jabatan, Ibu/Bapak tetap disebut sebagai penghormatan?” Menanggapi pertanyaan tersebut, Ivan menjelaskan, “Secara teori bentuk penghormatan dalam surat resmi dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti penggunaan Ibu/Bapak, jabatan, atau gelar. Penulis hanya perlu memilih salah satu saja.”

Terakhir, Ivan juga menyoroti pedoman tata bahasa dinas Komdigi yang berbeda dari standar. Menurut Ivan, perbedaan tersebut dapat dilihat dari diksi yang digunakan, contohnya Komdigi masih menggunakan kepada dan di tempat. Ivan mengungkapkan bahwa kata depan dapat dihilangkan dari tujuan surat karena lokasi pembaca tidak diperlukan untuk menyampaikan surat tersebut.

Penulis: Tuah Ananda Setiawan

Penyunting: Rifka Az-zahra