Berita

Badan Bahasa Menggaet Narabahasa dalam Penyusunan Peta Bahasa

ditulis oleh Narabahasa

Badan Bahasa Menggaet Narabahasa dalam Penyusunan Peta Bahasa

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) kembali menjalin kerja sama bersama Narabahasa untuk menjadi salah satu tim penulis perancangan buku Peta Jalan Kedaulatan Bahasa Indonesia. Program ini melibatkan sejumlah akademisi dalam penyusunannya sejak 11 Juli hingga 18 Juli 2026 sebagai upaya memetakan arah strategis kebahasaan secara nasional menuju Indonesia Emas 2045. Proses penyusunan hanya dilakukan secara koordinasi daring, meliputi proses penulisan dan forum pembahasan draf antarpenulis dalam memetakan peran bahasa Indonesia di berbagai sektor pembangunan nasional. Penyusunan pada bagian tersebut hanya dipusatkan pada penguatan struktur Bab 13, yakni membahas bahasa Indonesia sebagai bahasa ekonomi, digital, dan internasional dalam upaya pemberian dampak berkelanjutan atas kebijakan kebahasaan hingga tahun 2025. 

Draf buku tersebut akan dibahas pada 28 Juli 2026. Buku ini dibagi menjadi delapan bagian dengan total 14 bab. Dalam program ini, Narabahasa diminta untuk menyusun “Bab 13: Kedaulatan Bahasa Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045” yang berada pada bagian kelima dengan judul “Dampak dan Keberlanjutan”. Untuk itu, bab ini hanya akan berfokus pada penggambaran kondisi ideal ketika seluruh strategi dan peta jalan kebahasaan dilaksanakan hingga tahun 2045. Bab 13 dibagi menjadi tujuh subbab yang tiga di antaranya bertajuk “Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Ekonomi”, “Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Digital”, dan “Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional”. 

Pada saat menelaah draf pada 28 Juli 2026, isi dari beberapa draf dalam buku masih rumpang dan masih terdapat pengulangan materi. Temuan ini menyebabkan para penulis mengusulkan untuk lebih menyeragamkan sistematika seluruh subbab. Hal yang diusulkan berupa penyusunan tiga komponen, yakni peran, dampak, dan keberlanjutan yang disusun secara runtut. Presentasi draf dilakukan dengan menggunakan infografik untuk memudahkan pemetaan hubungan antara bahasa Indonesia, dampaknya, dan strategi berkelanjutan. 

Dalam diskusi yang sama, penulis secara kolektif juga menyoroti pentingnya memperhatikan redundansi, kohesi, dan koherensi dalam penyuntingan naskah. Selain itu, beberapa penulis juga menyarankan untuk membuat daftar istilah dan daftar singkatan dalam upaya menyeragamkan penggunaan terminologi. Usulan terakhir berupa pembuatan ringkasan di setiap subbab untuk memudahkan pemahaman oleh pengambil keputusan di Badan Bahasa. 

Penyusunan buku Peta Jalan Kedaulatan Bahasa Indonesia dinilai sebagai langkah inovatif untuk menyusun rencana strategis nasional kebahasaan. Meskipun tenggat penyusunan begitu singkat, hasil karya ini akan berorientasi jangka panjang sebagai acuan pengembangan kedaulatan bahasa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. 

 

Penulis: Jovita Dwi Swistika Murti

Penyunting: Rifka Az-zahra