EYD Hidup Kembali
Sebelumnya saya sudah pernah menjelaskan peta perjalanan ejaan bahasa Indonesia. Pada artikel yang saya tulis 18 Agustus 2021 itu, ejaan yang berlaku ialah Ejaan Bahasa Indonesia
Baca SelengkapnyaSebelumnya saya sudah pernah menjelaskan peta perjalanan ejaan bahasa Indonesia. Pada artikel yang saya tulis 18 Agustus 2021 itu, ejaan yang berlaku ialah Ejaan Bahasa Indonesia
Baca SelengkapnyaKerabat Nara mungkin pernah mendengar sebuah kiat menulis berbunyi Show, don’t tell. Saya belum menemukan terjemahan yang enak selain ‘Tunjukkanlah, alih-alih mengatakannya’. Sebetulnya, siapa
Baca SelengkapnyaSaya perlu menegaskan terlebih dahulu, handball yang dibahas dalam artikel ini bukanlah permainan bola tangan. Saya akan membahas handball sebagai pelanggaran dalam permainan sepak bola dan
Baca SelengkapnyaApa yang terlintas dalam benak Kerabat Nara ketika mendengar mikrokopi? Tanpa disadari, hidup kita sedikit terbantu berkat mikrokopi, apalagi ketika kita cukup intensif membuka aplikasi dan
Baca SelengkapnyaKita mungkin pernah mendengar dan mempelajari cabang-cabang linguistik terapan, seperti linguistik forensik, penerjemahan, dan perkamusan. Ada pula kajian linguistik interdisipliner, misalnya sosiolinguistik dan psikolinguistik. Kali
Baca SelengkapnyaDalam Kamus Linguistik Edisi Keempat (2009), ada satu lema yang menarik perhatian saya pada hari ini, yaitu perifrase. Tentu, kita sudah familier dengan istilah parafrasa. Parafrasa
Baca SelengkapnyaBelakangan ini, lini masa media sosial saya ramai dengan komentar netizen soal wacana naiknya tarif untuk wisatawan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Rencananya, wisatawan domestik
Baca SelengkapnyaKerabat Nara barangkali sudah paham soal pemadanan kata asing. Pemadanan dapat dilakukan dengan penyerapan, penerjemahan, atau penggabungan penyerapan dan penerjemahan. Mari kita bahas secara singkat. Penyerapan
Baca SelengkapnyaBahasa Indonesia punya satu kata unik yang dapat menggantikan makna ‘telat’ atau ‘terlambat’. Kata itu ialah ngaret. Barangkali, beberapa dari Kerabat Nara kerap memanfaatkan kata tersebut.
Baca SelengkapnyaBeberapa hari yang lalu, saya membaca cuitan Evi Mariani, seorang jurnalis, pendiri, dan pemimpin umum pada Project Multatuli. Dia bilang, “Jurnalisme telaten, (slow journalism) bisa jd
Baca SelengkapnyaDalam berkarya, konsistensi merupakan salah satu faktor yang mendukung keberhasilan. Seorang pengelola media sosial, misalnya, tentu memiliki jadwal serta tenggat yang harus dipenuhi dalam memublikasikan konten.
Baca SelengkapnyaPada Mei 2022, terdapat 333 kata yang diawali dengan huruf z dalam KBBI V. Saya tertambat pada satu kata, yakni zonder. Saya ingat, kata itu sering
Baca SelengkapnyaTidak ada tulisan dengan kata itu di halaman ini.