“Terhadap” dan “Kepada”
Terhadap dan kepada merupakan dua contoh kata tugas. Yang pertama tergolong sebagai preposisi tunggal berafiks, sedangkan yang kedua ialah preposisi gabungan berdampingan. Jika merujuk pada kamus,
Baca SelengkapnyaTerhadap dan kepada merupakan dua contoh kata tugas. Yang pertama tergolong sebagai preposisi tunggal berafiks, sedangkan yang kedua ialah preposisi gabungan berdampingan. Jika merujuk pada kamus,
Baca SelengkapnyaBentuk dikarenakan masih sering muncul dalam tulisan-tulisan yang saya baca. Kata tersebut dinilai kurang tepat sebab karena merupakan konjungsi dan kelas kata itu tidak bisa
Baca SelengkapnyaPreposisi merupakan kata tugas dengan makna gramatikal. Dengan kata lain, makna untuk, bagi, demi, buat, dan guna sebagai kata tugas bergantung dengan kata lain, terutama kata
Baca SelengkapnyaDalam “Sinonimi: Kembar yang Tak Selalu Identik”, Mbak Shafira menyatakan bahwa dua kata yang bersinonim tidak selalu mempunyai makna yang sama persis. Ayah dan bapak, misalnya.
Baca SelengkapnyaBeberapa waktu yang lalu, muncul sebuah tangkapan layar yang berisi percakapan antara dua orang. Kerabat Nara mungkin sudah tahu begitu membaca judul tulisan ini. Intinya, percakapan
Baca SelengkapnyaMenulis daftar pustaka ialah salah satu cara yang dapat dimanfaatkan untuk menambah kredibilitas tulisan kita. Dengan daftar pustaka, pembaca dapat mengetahui sumber-sumber apa saja yang
Baca SelengkapnyaBukan informasi yang asing lagi bahwa penutur bahasa kita gemar sekali membentuk akronim. Sewaktu saya berkuliah, acara-acara kampus digelar dengan judul berbentuk akronim. Sekarang, saat
Baca SelengkapnyaKita pasti akrab dengan kata-kata yang dipendekkan. Bentuk-bentuk seperti maksi, jamber, dan EGP saya rasa tidak begitu sulit untuk ditebak kepanjangannya. Namun, saya lihat,
Baca SelengkapnyaKerabat Nara mungkin pernah mendengar istilah arkais dan klasik. Dalam KBBI V, keduanya adalah label ragam bahasa. Saya lihat, arkais dan klasik sering kali digunakan oleh
Baca SelengkapnyaAda satu buku yang baru saja saya temukan. Judulnya Laras Bahasa: Fobia Bahasa Indonesia (2008). Buku ini memuat artikel-artikel yang pernah dipublikasikan dalam rubrik “Laras
Baca SelengkapnyaEjaan merupakan salah satu aspek kebahasaan yang menurut saya paling mudah dipelajari. Kita bisa belajar ejaan secara mandiri di rumah dan kapan pun. Berikut adalah saran
Baca SelengkapnyaSebelum dipublikasikan, sebuah naskah sebaiknya disunting. Hal ini perlu dilakukan sehingga naskah bisa bebas dari saltik dan tata bahasa yang berantakan. Lebih dari itu, seorang penyunting
Baca SelengkapnyaTidak ada tulisan dengan kata itu di halaman ini.