Melawan Hari-Hari
Di antara lahir dan mati, ada suatu tahap yang mau tak mau harus dijalani oleh manusia—dan makhluk hidup lain: menunggu. Begitulah kalimat yang muncul ketika
Baca SelengkapnyaDi antara lahir dan mati, ada suatu tahap yang mau tak mau harus dijalani oleh manusia—dan makhluk hidup lain: menunggu. Begitulah kalimat yang muncul ketika
Baca SelengkapnyaBeberapa hari lalu saya membaca Polemik Kebudayaan: Pergulatan Pemikiran Terbesar dalam Sejarah Kebangsaan Indonesia (Balai Pustaka, cet. IV, 2008), sebuah diskursus pada awal abad ke-20
Baca SelengkapnyaSudahkah Kerabat Nara merasakan sentuhan matahari pagi ini? Cahayanya bagai doa abadi yang senantiasa menghangatkan penghayatan. Pejamkan mata dan bertenanglah sejenak. Bukalah kalbu sehingga keindahannya menyembuhkan
Baca Selengkapnya“Artikel-artikelnya sangat edukatif meskipun ada sebagian yang berat,” ucap seorang teman pada beberapa hari lalu ketika menjelajahi situs web Narabahasa. Menurutnya, salah satu faktor yang
Baca SelengkapnyaBulan lalu, seorang rekan kerja saya, Yudhistira, menulis sebuah artikel berjudul "Membaca Novel, Memperkaya Kosakata". Pada tulisan itu, ia mencatat kata-kata yang baru
Baca SelengkapnyaKemarin, ketika berselancar di Twitter, saya melihat sebuah tautan berita. Judulnya “Bupati Minta Dikelola Maksimal 92 Desa Penerima BKK 2021”. Mata saya yang tiap hari ditempa
Baca SelengkapnyaJika Kerabat Nara hendak bersantai pada akhir pekan dan ingin membaca tulisan-tulisan ringan yang mencerahkan, buku Polisi Bahasa: Tentang Peran Penutur yang Absen karya Eko
Baca SelengkapnyaPolitik merupakan hal menarik untuk diselisik. Meskipun mungkin kita sudah jenuh dengan segala prahara yang diakibatkannya, ia akan terus ada dalam kehidupan sehari-hari, baik disadari
Baca SelengkapnyaPekerjaan sehari-hari saya, selain menjadi juru bantu di Narabahasa, adalah mengamati tingkah laku netizen di media sosial, seperti Instagram dan Twitter. Saya suka memperhatikan tanggapan
Baca SelengkapnyaJika Kerabat Nara merupakan pengguna aktif media sosial belakangan ini, kata yang menjadi judul di atas pasti tak asing lagi. Pikiran Kerabat Nara berkemungkinan besar teringat
Baca Selengkapnya“Kurukurukuru”, “Inyak”, dan “Ndrenges” Akhir bulan lalu, saya meninggalkan indekos yang sudah saya tinggali selama dua tahun. Tentu, kenangan-kenangan muncul tanpa ampun. Salah satunya berwujud
Baca SelengkapnyaTidak ada tulisan dengan kata itu di halaman ini.