> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Yang Dipadankan dari Cina
- URL: https://coba.narabahasa.id/yang-dipadankan-dari-cina/
- Published: 2021-08-01T11:00:54.000Z
- Updated: 2021-08-01T11:00:54.000Z
- Author: Narabahasa
- Tags: Kata, bahasacina, bahasaindonesia, bahasationghoa, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Salah satu teman saya terjangkit Covid-19\. Dia lantas mengetwit bahwa ketidakmampuan menghidu aroma dan merasakan sedapnya mi goreng mampu meluruhkan semangatnya. Saya, sebagai seorang penikmatnya, langsung terbayang betapa hambarnya hidup ini tanpa mi goreng.

Perlu diketahui, mi berasal dari Cina dan penamaannya berakar dari dialek Hokkian. Pada mula penciptaannya, bagi penduduk Tiongkok, mi dianggap sebagai sebuah karya seni dan sudah dikonsumsi sejak tiga ratus tahun sebelum Masehi. Selama ini, kita tentu sudah sering membaca kalau bahasa Indonesia mendapatkan pengaruh yang besar dari bahasa [Inggris](https://narabahasa.id/kata/dijajah-bahasa-inggris?ref=coba.narabahasa.id), [Portugis](https://narabahasa.id/kata/melihat-peninggalan-portugis-dalam-bahasa-kita?ref=coba.narabahasa.id), [Belanda](https://narabahasa.id/kata/warisan-belanda-kosakata-nama-makanan-dan-laras-hukum?ref=coba.narabahasa.id), dan [Sanskerta](https://narabahasa.id/kata/sumbangsih-sanskerta-terhadap-bahasa-indonesia?ref=coba.narabahasa.id). Ternyata, bahasa Tionghoa pun turut meninggalkan jejak pada kosakata bahasa Indonesia yang kita gunakan pada hari ini. 

Nama *capcai*, *taoge*, *tahu*, *cengkih*, dan *bakwan* dipadankan dari bahasa Tionghoa. Pastika (2012) dalam penelitiannya juga mencatatkan *cawan*, *lu*, *toko*, *sumpit*, *becak*, *lihai*, *teko*, *gua*, *cat*, dan *loteng* sebagai kosakata yang diserap dari Cina. Wirawan (2012) dalam Kusumaningrum dkk. (2018) pun mendaftarkan *kaleng*, *loak*, *nyonya*, dan *calo* ke dalam daftar padanan kosakata dari Cina. Lebih dari itu, pada KBBI V luring, kita bisa menemukan sejumlah kata dari Cina, seperti *apek*, *angpau*, *berjibun*, *ceban*, *goban*, *gocap*, dan *goceng*.

Sementara itu, tulisan Remy Sylado pada bab “Mengais-ngais Cina di Sunda” buku *9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing* (2003) bahkan mengindikasikan bahwa bahasa Tionghoa berpengaruh pada perkembangan bahasa daerah. Dalam bahasa Sunda, *ngawuluku* adalah ‘membajak sawah’. Pada lain sisi, dalam bahasa Cina, *wu-lu-ku* dapat mengartikan ‘lima jenis padi-padian yang harus dibajak dulu sebelum dituai’. *Seka* yang mengartikan ‘mencuci kaki dan muka’ disebut *si-ka* dalam bahasa Cina. Contoh terakhir, *galeng* yang dalam bahasa Sunda mengartikan ‘pematang’ memiliki sebutan *khaleng* dalam bahasa Cina.

Pengaruh bahasa Cina terhadap bahasa Indonesia dan bahasa Sunda tidak terpisahkan dari fenomena sejarah. Interaksi antara penduduk Nusantara dengan pedagang Cina diduga sudah terjadi sejak abad ke-4 Masehi. Permukiman komunitas Tionghoa diketahui mulai berkembang di Jawa pada abad ke-13 dan pada abad ke-15 hingga abad ke-17, kerajaan-kerajaan di Selat Malaka serta pedagang Cina terekam memiliki relasi perniagaan yang erat. Di sinilah kosakata berbahasa Cina, khususnya dialek Hokkian, mulai diserap ke dalam bahasa Melayu.

**Rujukan:**

- Kusumaningrum, Nikmah, dan Palupi. 2018\. “[Representasi budaya di Indonesia: studi kasus kosakata bahasa Tionghoa pada KBBI](http://repositori.kemdikbud.go.id/10016/?ref=coba.narabahasa.id)”. *Working Paper*. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
- Munsyi, Alif Danya. 2003\. *9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing*. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
- Pastika, I Wayan. 2012\. “Pengaruh Bahasa Asing terhadap Bahasa Indonesia dan Daerah: Peluang atau Ancaman?”. Dalam Jurnal *Kajian Bali*, Volume 02, Nomor 02, Oktober, hlm. 141–164\. Bali: Universitas Udayana.
- Senja, Anggita Muslimah Maulidya Prahara. 2018\. “[Sejarah dan Asal Usul Mi](https://travel.kompas.com/read/2018/05/24/211500727/sejarah-dan-asal-usul-mi?ref=coba.narabahasa.id)”. Diakses pada 2 Agustus 2021.
- Sukmasari, Erlinda. 2019\. “[Bagaimana Mie Menjadi Makanan Rakyat di Benua Asia](https://www.cultura.id/bagaimana-mie-menjadi-makanan-rakyat-di-benua-asia?ref=coba.narabahasa.id)”. Diakses pada 2 Agustus 2021.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin