> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Verba Semitransitif dan Taktransitif
- URL: https://coba.narabahasa.id/verba-semitransitif-dan-taktransitif/
- Published: 2020-12-08T12:22:40.000Z
- Updated: 2020-12-08T12:22:40.000Z
- Author: Narabahasa
- Tags: Sintaksis, verba, verba intransitif, verba semitransitif, verba transitif, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Sebelumnya, kita sudah mengenal verba yang memiliki sifat transitif. Verba [transitif](https://narabahasa.id/rubrik-gramatika/verba-transitif?ref=coba.narabahasa.id) diartikan sebagai verba yang membutuhkan objek berupa nomina dalam kalimat aktif. Kali ini, kita lihat dua ciri lainnya dalam verba, yakni verba semitransitif dan taktransitif.

**Verba Semitransitif**

Pada verba semitransitif, objek dinyatakan secara tersirat. Perhatikan contoh berikut.

1. *Ibu sudah *minum air mineral*.*
2. *Ibu sudah *minum*.*

Contoh pertama merupakan kalimat dengan verba transitif. “Air mineral” berdiri sebagai objek. Sementara itu, pada contoh kedua, “air mineral” tidak dituliskan secara eksplisit. Oleh karenanya, contoh kedua merupakan kalimat yang memuat predikat dengan verba semitransitif.

Pada umumnya, verba semitransitif ditandai oleh kata *membaca, menonton, makan, menulis,* dan *melahirkan*.

**Verba Taktransitif**

Selain transitif dan semitransitif, verba berdasarkan perilaku sintaksis juga memiliki ciri taktransitif atau intransitif. Verba ini tidak memiliki objek dan dapat digolongkan menjadi dua jenis, yakni verba intransitif yang memiliki pelengkap dan tidak berpelengkap.

Tiga contoh di bawah ini merupakan kalimat dengan verba intransitif tanpa pelengkap.

- *Bapak sedang *mandi*.*
- *Kita *bekerja* keras untuk bertahan hidup.*
- *Dia *bernyanyi* di depan kelas.*

Verba intransitif tanpa pelengkap antara lain adalah *berdiri, berlari, datang, duduk, pergi, membaik,* dan *memburuk*.

Selanjutnya, perhatikan tiga kalimat berikut yang memiliki verba intransitif berpelengkap.

- *Yang dinyatakannya *adalah* sebuah kebohongan.*
- *Dia *mulai* tak tenang.*
- *Anak itu *berpikiran* jernih.*

Apabila verba “adalah” dan “mulai” tidak diikuti dengan pelengkap, kedua kalimat tersebut akan terasa ganjil. Maka dari itu, contoh pertama dan kedua merupakan kalimat dengan verba intransitif yang wajib memiliki pelengkap. Verba jenis ini dapat juga diidentifikasi melalui kata *berdasarkan, berkata (bahwa), berkesimpulan, merupakan, menyerupai,* dan lain-lain.

Namun, dalam konteks tertentu, “jernih” dalam contoh ketiga dapat dihapus sehingga kalimat menjadi *Anak itu berpikiran*. Meskipun terdengar aneh, nyatanya “berpikiran” sama seperti “memiliki pikiran”. Jika demikian, verba itu disebut sebagai verba intransitif yang tidak wajib memiliki pelengkap atau verba intransitif yang berpelengkap manasuka. Di sini, verba boleh diikuti pelengkap atau tidak, berbeda dengan verba transitif tak berpelengkap yang sama sekali tidak bisa memiliki pelengkap. 

Contoh lain dari verba intransitif yang berpelengkap manasuka adalah *berbaju, berharga, berhenti, merasa, naik,* dan *turun*.

**Rujukan:**

Moeliono, Anton. M dkk. 2017\. [*Tata Bahasa Baku Indonesia Edisi Keempat*](https://repositori.kemdikbud.go.id/16351/1/Tata%20Bahasa%20Baku%20Bahasa%20Indonesia%20edisi%20keempat.pdf?ref=coba.narabahasa.id)*.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin