> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Verba Dasar dan Turunan
- URL: https://coba.narabahasa.id/verba-dasar-dan-turunan/
- Published: 2021-05-22T11:00:27.000Z
- Updated: 2021-05-22T11:00:27.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Morfologi, verba, VerbaDasar, VerbaTurunan, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Verba adalah kelas kata yang memiliki fungsi utama sebagai predikat. Barangkali, kita pun sudah tahu bahwa verba disebut juga kata kerja. Namun, apakah Kerabat Nara sudah pernah mendengar penggolongan verba berdasarkan bentuknya?

**Verba Dasar**

Sebelum mengalami proses morfologis, verba disebut sebagai verba dasar. Kridalaksana (2005) menuliskan bahwa verba dasar merupakan morfem dasar bebas. Verba dasar dapat diklasifikasikan kembali menjadi verba dasar bebas dan verba dasar terikat. Berikut adalah tiga contoh kalimat yang memiliki verba dasar bebas.

1. Saya *tinggal* di kota Bandung.
2. Apakah pemaparan dari beliau sudah kamu *simak* dengan baik?
3. Bagaimanapun, saya tetap *cinta* kepadanya!

*Tinggal, simak*, dan *cinta* merupakan verba dasar. Contoh lain verba dasar yang sering kita gunakan adalah *ada*, *bangkit*, *bangun*, *duduk*, *hadir*, *jadi*, *pergi*, *makan*, dan *minum*.

Sementara itu, verba yang telah mengalami proses morfologis disebut verba dasar terikat. Bahkan, Moeliono dkk. (2017) menuliskan bahwa kata tersebut baru bisa digolongkan sebagai verba setelah mengalami afiksasi.

1. Saya *menganjurkan* kamu untuk meninggalkan Jakarta sesegera mungkin.
2. Andi *beranjak* pergi dengan air mata.
3. Kakak yang masih *menganggur* belum bisa membiayai perjalanan Andi.

Bentuk verba dasar terikat pada ketiga contoh di atas adalah *anjur*, *anjak*, dan *anggur*. Contoh lain verba dasar terikat adalah *bincang*, *lamun*, *sasar*, *rundung*, *idam*, dan *jelma*.

**Verba Turunan**

Kata-kata yang termasuk dalam verba turunan pada mulanya tidak tergolong ke dalam kategori kata kerja. Kata *layar*, misalnya, yang berdiri sebagai nomina dapat diturunkan menjadi verba melalui proses afiksasi sehingga membentuk verba *berlayar*. Contoh lainnya adalah *kuning* sebagai adjektiva yang berubah menjadi verba *menguning*.

Akan tetapi, perlu diketahui pula bahwa verba turunan turut memuat daftar kata yang sudah tergolong ke dalam kata kerja dan mengalami reduplikasi, seperti *berakit-rakit*, *menjadi-jadi*, dan *terseok-seok*. Selain itu, verba turunan pun terbentuk melalui pemajemukan atau pengompositan, seperti *menghancurleburkan* dan *membumihanguskan*.

**Rujukan:**

- Kridalaksana, Harimurti. 2005\. *Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia Edisi Kedua*. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
- Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin