> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# “Terhadap” dan “Kepada”
- URL: https://coba.narabahasa.id/terhadap-dan-kepada/
- Published: 2022-03-12T04:21:33.000Z
- Updated: 2022-03-12T04:21:33.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Linguistik Umum, kepada, preposisi, terhadap, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

*Terhadap* dan *kepada* merupakan dua contoh [kata tugas](https://coba.narabahasa.id/kata-tugas/). Yang pertama tergolong sebagai preposisi tunggal berafiks, sedangkan yang kedua ialah preposisi gabungan berdampingan.

Jika merujuk pada kamus, makna *terhadap* dan *kepada* mungkin sukar untuk dibedakan. *Terhadap* mempunyai arti ‘kata depan untuk menandai arah; kepada; lawan’. Sementara itu, *kepada* bermakna ‘kata depan untuk menandai tujuan orang’. Coba perhatikan contoh berikut.

1. Atin sangat sayang *terhadap* pacarnya.
2. Atin sangat sayang *kepada* pacarnya.

Pada contoh di atas, keduanya dapat saling menggantikan. Namun, Saryono dkk. (2021) menjelaskan bahwa *terhadap* dan *kepada* tidak selalu bersinonim. Simak kalimat di bawah ini.

1. Pemerintah sudah memberikan bantuan \* *terhadap* para pengungsi.
2. Pemerintah sudah memberikan bantuan *kepada* para pengungsi.

Buku *Seri Terampil Menulis Bahasa Indonesia: Sinonim* menyatakan bahwa penggunaan *terhadap* dalam kalimat ketiga tidaklah tepat. *Kepada* dinilai lebih cocok digunakan pada kalimat nomor empat sebab preposisi ini bermakna ‘penerima’, sedangkan *terhadap* bermakna ‘sasaran’. Ditambah lagi, dua contoh berikut makin membuktikan bahwa *terhadap* dan *kepada* tidak selalu dapat bersubstitusi.

1. Rakyat berhak protes *terhadap* kinerja pemerintah.
2. Rakyat berhak protes \* *kepada* kinerja pemerintah.

Kesimpulannya, kedua preposisi tersebut dapat diikuti dengan nomina bernyawa, seperti pada contoh nomor satu dan dua. Namun, pada kalimat nomor tiga, terdapat pengecualian. Pada kalimat tersebut, nuansa makna *kepada* dianggap lebih pas ketimbang *terhadap*. Lebih lanjut, *kepada* tidak dapat diikuti dengan nomina tidak bernyawa, seperti pada contoh nomor enam.

**Rujukan:** Saryono, Djoko, dkk. 2021\. [*Seri Terampil Menulis Bahasa Indonesia: Sinonim*](https://www.tokopedia.com/narabahasa/buku-sinonim-djoko-saryono-soedjito-agung-setyawanto?extParam=src%3Dshop&ref=coba.narabahasa.id)*.* Jakarta: PT Bumi Aksara.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin