> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Tentang Akhiran -in pada Verba Takbaku
- URL: https://coba.narabahasa.id/tentang-akhiran-in-pada-verba-takbaku/
- Published: 2021-11-23T11:00:52.000Z
- Updated: 2021-11-23T11:00:52.000Z
- Author: Narabahasa
- Tags: Linguistik Umum, in, sufiks, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Ketika sedang bersama teman sebaya dalam situasi yang tidak resmi, kita tidak diwajibkan untuk berbicara secara formal dan menggunakan kata baku. Tentu aneh rasanya apabila saya bertanya kepada pacar, “Apakah kamu mau membantu saya mengerjakan tugas ini?”

Salah satu ciri bahasa pada ragam nonformal adalah penggunaan imbuhan -*in*. Barangkali, Kerabat Nara pernah menuturkan sebuah kata yang diakhiri dengan sufiks ini. Namun, apakah ia bisa melekat pada semua kata? Dalam *Pembentukan Kata dan Bahasa Indonesia*, Harimurti Kridalaksana (2010) mengklasifikasikan fungsi sufiks *\-in* sebagai pembentuk kata dalam ragam nonformal. Menariknya, ternyata sufiks *\-in* hanya dapat membentuk kata kerja. 

1. Pola I: Mengekalkan verba dengan makna ‘melakukan untuk orang lain (benefaktif)’

Contoh: “*Bacain* cerita buat saya.”

2\. Pola II: Mengubah nomina menjadi verba dengan makna ‘melakukan untuk orang lain (benefaktif)’

Contoh: “Kamu *doain* aku terus, ya.”

3\. Pola III: Mengubah adjektiva menjadi verba dengan makna ‘menandai objek’

Contoh: “Jangan *bohongin* aku, deh!”

4\. Pola IV: Mengubah adjektiva menjadi verba dengan makna ‘membuat jadi’

Contoh: “Coba *kerasin* suara kamu.”

5\. Pola V: Mengubah numeralia menjadi verba dengan makna ‘membuat jadi’

Contoh: “Kok, dia mau, sih, *diduain*?”

6\. Pola VI: Mengubah adverbia menjadi verba dengan makna ‘membuat jadi’

Contoh: “Coba *kurangin* gulanya, dong.”

7\. Pola VII: Mengubah kata interogatif menjadi verba dengan makna ‘membuat jadi’

Contoh: “Kamu *apain* dia sampai nangis kayak gitu?”

8\. Pola VIII: Mengubah demonstrativa menjadi verba dengan makna ‘dijadikan’

Contoh: “Tolong *iniin*, deh, tugas saya.”

9\. Pola IX: Mengubah adjektiva menjadi verba dengan makna ‘melakukan untuk orang lain (benefaktif)’

Contoh: “Coba kamu *baik-baikin* dia, deh.”

10\. Pola X: Mengubah nomina menjadi verba dengan makna ‘menjadikan’

Contoh: “Aku mau *macarin* adik kamu. Boleh?”

11\. Pola XI: Mengubah frasa preposisional menjadi verba dengan makna ‘arahan ke’

Contoh: “Kamu *ke manain* sepatu saya?”

Kridalaksana tidak menuliskan kata-kata nonbaku selain verba yang mendapatkan akhiran *\-in*. Kata *muslimin* dan *hadirin*, meskipun memiliki sufiks *\-in*, tidak termasuk ke dalam kategori nonbaku. Barangkali sufiks -*in* melekat pada verba karena akhiran sepadan dengan *\-kan* dan *\-i* dalam ragam baku.

#sufiks #in

**Rujukan:** Kridalaksana, Harimurti. 2010\. *Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia*. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin