> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Suatu Sesuatu
- URL: https://coba.narabahasa.id/suatu-sesuatu/
- Published: 2021-10-13T11:00:00.000Z
- Updated: 2021-10-13T11:00:00.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Linguistik Umum, Morfologi, sesuatu, Sintaksis, suatu, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Kapan kita menggunakan kata *suatu* dan *sesuatu*? Dua kata ini, berdasarkan kamus kita, memiliki kelas kata yang berbeda. *Suatu* adalah numeralia yang memaknai ‘satu; hanya satu’, sedangkan *sesuatu* merupakan pronomina yang berarti ‘kata untuk menyatakan barang atau hal yang tidak tentu’.

Coba perhatikan dua kalimat ini.

1. \*Pada *sesuatu* hari nanti, saya akan mengalahkanmu.
2. \*Ilham melihat orang itu sedang memikirkan *suatu*.

Terdengar aneh, bukan? Pada contoh pertama, kata *suatu* rasanya lebih cocok digunakan. Sementara itu, contoh kedua agaknya lebih berterima jika *suatu* digantikan dengan *sesuatu*.

1. Pada *suatu* hari nanti, saya akan mengalahkanmu.
2. Ilham berfirasat orang itu sedang memikirkan *sesuatu*.

Menurut *Buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 2* (2007), perilaku sintaksis *suatu* dan *sesuatu* tidaklah sama. Kata *suatu* langsung diikuti nomina, *suatu hari* contohnya. *Suatu* sebaiknya tidak diletakkan pada akhir kalimat. Sebaliknya, *sesuatu* dapat berposisi di akhir kalimat. *Sesuatu* pun bisa diikuti oleh kata lain dengan dijembatani konjungtor *yang*. Contohnya adalah *Ilham berfirasat orang itu sedang memikirkan *sesuatu** **yang ekstrem**. Selain itu, *sesuatu* dapat juga ditutup dengan keterangan, seperti *Ilham berfirasat orang itu sedang memikirkan *sesuatu di kamarnya*.*

Meskipun terdengar mirip, *suatu* dan *sesuatu* digunakan untuk menjalankan fungsi yang berbeda. Sejauh ini, saya belum menemukan proses pembentukan kata *suatu* dan *sesuatu*: apakah *suatu* terbentuk dari kata *satu* yang mendapatkan infiks *\-u-* dan *sesuatu* merupakan hasil dari *suatu* yang menerima prefiks *se-*?

#morfologi #sintaksis #suatu #sesuatu

**Rujukan:** Sugono, Dendy. (ed). 2007\. *Buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 2*. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin