> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Struktur dan Unsur Segmental dalam Klausa
- URL: https://coba.narabahasa.id/struktur-dan-unsur-segmental-dalam-klausa/
- Published: 2020-12-01T16:31:28.000Z
- Updated: 2020-12-01T16:31:28.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Sintaksis, Jenis Klausa, klausa, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Sebelumnya, kita telah mengenal perbedaan frasa dan klausa. Kita juga sudah mengupas seluk-beluk frasa. Nah, kali ini, saya akan menjelaskan penggolongan klausa berdasarkan struktur dan unsur segmentalnya.

**Struktur Klausa**

Berdasarkan pemaparan Ramlan (1987: 136), klausa memiliki dua jenis struktur, yakni klausa lengkap dan tak lengkap. Klausa lengkap adalah klausa yang setidaknya memiliki subjek dan predikat. Ditilik dari pemosisiannya, klausa lengkap dengan subjek di depan predikat disebut sebagai klausa lengkap susun biasa. Contohnya adalah *orang itu sangat pintar.* Apabila dibalik, yakni ketika predikat mendahului subjek, klausa akan menjadi klausa lengkap inversi. Contohnya adalah *sangat pintar orang itu*. 

Sementara itu, klausa tak lengkap adalah klausa yang tidak memiliki subjek. Abdul Chaer (2007: 236) bahkan menambahkan bahwa klausa yang tidak memiliki predikat juga dapat dikatakan sebagai klausa tak lengkap. Contoh klausa tak lengkap sering kita jumpai pada percakapan sehari-hari atau wawancara, seperti *saya ke situ* serta *makan nasi* dan *minum obat*. Pada contoh pertama, hanya ada subjek *saya* dan keterangan *ke situ*. Kemudian, contoh kedua hanya memuat predikat dan objek.

**Unsur Segmental dalam Klausa**

Unsur segmental adalah kategori kata atau frasa yang berdiri sebagai predikat dalam suatu klausa.

a. Klausa Nominal

Dalam klausa nominal, fungsi predikat diduduki oleh kata atau frasa yang merupakan nomina. Misalnya, *dia *dosen sastra** dan *rumah *saya**.

b. Klausa Verbal

Di sini, kata atau frasa verbal berposisi sebagai predikat. Misalnya, *dia *mengerjakan* tugas itu* dan *saya *memakan* roti*.

c. Klausa Bilangan

Apabila kata atau frasa golongan bilangan berdiri sebagai predikat, klausa akan disebut sebagai klausa bilangan. Contohnya adalah *gajinya *tujuh juta* per bulan* dan *anaknya *tiga orang**. 

d. Klausa Depan atau Preposisional

Dalam klausa depan atau preposisional, kata depan atau preposisi bertindak sebagai predikat. Misalnya, *nenek *dari* pasar* dan *dia *ke* Medan.*

Selain empat kategori tersebut, Chaer menambahkan dua jenis lagi, yaitu klausa adjektival dan adverbial. Contoh klausa dengan predikat berupa kata atau frasa golongan adjektiva adalah *perempuan itu *cantik**. Sementara itu, contoh klausa adverbial adalah *bandelnya teramat *sangat**.

Dapat kita lihat, contoh-contoh pada klausa nominal, bilangan, dan preposisional tergolong ke dalam klausa tak lengkap. Dalam ragam resmi, ketiga klausa tersebut sebaiknya disempurnakan menjadi *dia *merupakan* dosen sastra*, *anaknya *berjumlah* tiga orang*, dan *nenek *pulang* dari pasar*. Jika demikian, klausa-klausa itu beralih menjadi klausa verbal.

Untuk pemahaman yang komprehensif, Kerabat Nara dapat membaca artikel sebelumnya mengenai perbedaan “[Frasa dan Klausa](https://narabahasa.id/rubrik-bahasa/frasa-dan-klausa?ref=coba.narabahasa.id)” serta [klausa subordinatif dan utama](https://narabahasa.id/rubrik-gramatika/tabah-episode-ke-23-apa-itu-lewah-konjungsi?ref=coba.narabahasa.id) sebagai pembentuk kalimat.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting**: Harrits

**Rujukan:**

- Chaer, Abdul. 2007\. *Linguistik Umum.* Jakarta: Rineka Cipta
- Ramlan, M. 1987\. *Ilmu Bahasa Indonesia: Sintaksis.* Yogyakarta: C.V. “Karyono”.
- Moeliono, Anton. M dkk. 2017\. [*Tata Bahasa Baku Indonesia Edisi Keempat*](https://repositori.kemdikbud.go.id/16351/1/Tata%20Bahasa%20Baku%20Bahasa%20Indonesia%20edisi%20keempat.pdf?ref=coba.narabahasa.id)*.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.