> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Sintagmatis dan Paradigmatis: Relasi Horizontal dan Vertikal
- URL: https://coba.narabahasa.id/sintagmatis-dan-paradigmatis-relasi-horizontal-dan-vertikal/
- Published: 2021-11-16T11:00:46.000Z
- Updated: 2021-11-16T11:00:46.000Z
- Author: Narabahasa
- Tags: Linguistik Umum, paradigmatis, sintagmatis, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Dalam artikel “[Penanda dan Petanda Ferdinand de Saussure](https://narabahasa.id/tokoh-bahasa/penanda-dan-petanda-ferdinand-de-saussure?ref=coba.narabahasa.id)”, saya menyinggung sedikit bahwa pandangan-pandangan Saussure mengenai kebahasaan sering kali dikaji secara dikotomis. Beliau mengemukakan perbedaan penanda dan petanda. Selain itu, Saussure juga menggagas konsep *parole* dan *langue*, kajian diakronis dan sinkronis, serta relasi sintagmatis dan paradigmatis. Konsep dikotomis yang terakhir ini, menurut Zainuddin dalam penelitiannya, membawa pandangan segar bagi bidang penelitian bahasa.

Dalam *Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik* (2005), relasi sintagmatis dan paradigmatis disebut sebagai relasi makna gramatikal. Relasi makna sintagmatis adalah relasi antarmakna kata dalam satu frasa atau kalimat (hubungan horizontal). Sementara itu, relasi makna paradigmatis adalah relasi antarmakna kata yang dapat menduduki gatra sintaksis yang sama dan dapat saling menggantikan dalam satu konteks tertentu (hubungan vertikal). Perhatikan contoh berikut.

 *1*   *2 3 4*

*Saya tinggal di Yogyakarta*.

Secara horizontal, setiap kata dalam kalimat tersebut saling berhubungan untuk membentuk makna gramatikal. Relasi inilah yang disebut relasi sintagmatis. Sekarang, coba lihat kalimat berikut.

*Saya tinggal di ….*

*Yogyakarta*

*Jakarta*

*Bandung*

*Makassar*

Relasi antara kata *Yogyakarta*, *Jakarta*, *Bandung*, dan *Makassar* disebut sebagai relasi paradigmatis. Keempatnya dapat menduduki gatra yang sama dan dapat saling menggantikan.

Dua contoh di atas menunjukkan relasi sintagmatis dan paradigmatis dalam tataran sintaksis. Ternyata, relasi ini pun dapat dilihat pada tataran lainnya. Pada tataran fonologi, misalnya, kata *kita* terdiri atas empat huruf, yakni *k*, *i*, *t*, dan *a*. Apabila urutan horizontalnya (sintagmatis) diubah, kata tersebut bisa berubah menjadi *kiat*. Kemudian, kata *kita* juga dapat berubah berkat adanya relasi paradigmatis seperti contoh berikut.

*K*i*ta*

*K*o*ta*

*K*a*ta*

*K*u*ta*

Bagaimana dengan tataran morfologi? Apakah relasi sintagmatis dan paradigmatis dapat juga ditemukan pada tataran tersebut? Abdul Chaer (2007) dalam Zainuddin (2020) mengemukakan bahwa hubungan paradigmatis pada tahapan morfologi dapat terlihat melalui pembubuhan afiks. Kata *berlari*, contohnya, dapat berubah menjadi *berenang*, *bersosialisasi*, dan *berkilah*. Sementara itu, hubungan sintagmatis bisa terlihat melalui pembentukan kata *pemarah*. Kata tersebut merupakan nomina yang tercipta dari morfem terikat *pe-* dan morfem bebas *marah*. Dalam hal ini, keduanya memiliki hubungan sintagmatis.

Dengan mempelajari relasi sintagmatis dan paradigmatis, kita dapat mengetahui struktur serta sistem dalam tataran fonologi, morfologi, dan sintaksis. Relasi ini mencerminkan fenomena pasangan minimal dan metatesis dalam tataran fonologi, seperti *k*i*ta* dan *k*o*ta* serta *kita* dan *kiat*. Kemudian, pada tataran morfologi, relasi sintagmatis dan paradigmatis menunjukkan pola pembentukan kata dan klasifikasi morfem terikat serta morfem bebas. Sementara itu, dalam tataran sintaksis, relasi ini membantu kita dalam memahami pola frasa, klausa, dan makna gramatikal sebuah kalimat. 

#sintagmatis #paradigmatis

**Rujukan:**

- Kushartanti, dkk. (ed). 2005\. *Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik.* Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
- Ororho, Maureen E.N. 2018\. “The Relevance of Paradigmatic and Syntagmatic Relations in Morphology to Language Teaching and Learning”. Dalam *Multidisciplinary Journal of Research Development,* Vol. 27, No. 1, April, hlm. 13--20.
- Zainuddin. 2020\. “Pendekatan Sintagmatik Paradigma dalam Kajian Bahasa”. Dalam *Bahas*, Vol. 31, No. 3, hlm. 95--111\. Medan: Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Medan.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin