> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Semenarik Mungkin
- URL: https://coba.narabahasa.id/semenarik-mungkin/
- Published: 2022-11-26T11:00:46.000Z
- Updated: 2022-11-26T11:00:46.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Linguistik Umum, Morfologi, afiks, se, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Kerabat Nara mungkin pernah mendengar seseorang mengatakan *Tolong acaranya dibuat *semenarik mungkin*, ya*. Saya sering sekali mendengar kata *semenarik*. Sebetulnya, dapatkah *se-* melekat pada kata yang sudah mendapatkan imbuhan awal seperti *menarik*? Atau penulisannya adalah *se-menarik*? Nah, mari kita bedah fungsi *se*\- dalam bahasa Indonesia.

Dalam bahasa kita, *se-* adalah bentuk terikat dengan beragam fungsi. Harimurti Kridalaksana (2010) menggolongkan *se-* sebagai imbuhan awal (prefiks). Awalan *se-* dapat membentuk nomina, seperti pada kata *seantero*, *sebelah*, *selama*, dan *sepanjang*. Di situ, *se-* berperan sebagai bentuk terikat numeralia.

Selain itu, *se-* juga bisa membentuk verba taktransitif. Contohnya adalah *sedatang*, *setiba*, *sesampai*, *sepulang*, *sekembali*, juga *setamat*. Ada juga kata *setahu*, *seingat*, dan *semau*.

Tidak berhenti di situ, *se-* adalah pengonstruksi adverbia yang diikuti dengan sufiks, seperti *sebaiknya*, *secepatnya*, dan *seharusnya*. Adverbia berupa pengulangan kata dasar pun diawali dengan *se-*, misalnya *sejauh-jauh*, *setinggi-tinggi,* dan *sepandai-pandai*.

Terlebih, *se-* berperan pula pada pembentukan adjektiva. Ditilik dari pertarafannya, adjektiva tergolong berdasarkan tingkat kualitas dan pembandingan. Bentuk *se-* dapat ditemukan dalam golongan yang kedua. Coba perhatikan kalimat berikut.

1. Adi *setampan* bapaknya.
2. Tabunganku tidak *sebanyak* rinduku kepadamu.

Ada pula adjektiva yang terbentuk dari verba berkat penambahan imbuhan *se-*, yakni *semerbak*. Akar kata tersebut, menurut Moeliono dkk. (2017), adalah *serbak*.

Yang terakhir, *se-* kita gunakan pula sebagai pembentuk konjungsi. Kerabat Nara pasti sudah tidak asing lagi dengan *setelah*, *sesudah*, *sementara*, *sebagai*, *sebagaimana*, dan *sehingga*.

Luar biasa, bukan? *Se-* seperti bisa melekat pada kata apa saja. Bahkan, mungkin secara tidak sadar kita sering menempatkan *se-* semaunya. Contoh-contoh di atas menampilkan pelekatan *se-* dengan kata atau bentuk dasar. Kembali pada pertanyaan awal, apakah *se-* dapat menempel pada kata yang sudah memiliki imbuhan awal seperti *semenarik*?

Saya mencoba membandingkan *se-* dengan [*pasca-*](https://narabahasa.id/linguistik-umum/ejaan/menyelisik-pasca?ref=coba.narabahasa.id). Keduanya merupakan bentuk terikat. Dalam satu tulisannya, Kurnia J.R. menyatakan bahwa *pasca-* sebaiknya tidak dilekatkan pada komposisi frasa. Dengan kata lain, Kurnia menyarankan kita untuk menghindari penulisan *pascameletusnya*. Apakah hal ini berlaku juga untuk penggunaan *se*\-? Apakah penulis *semenarik* perlu kita hindari?

Saya mampu berhipotesis saja. *Pasca-* adalah proleksem, yakni satuan yang memiliki makna leksikal, tetapi tidak dapat berdiri sendirian. Sebaliknya, *se-* tidak memiliki makna leksikal. Satuan *se-* hanya memiliki makna gramatikal ketika menempel dengan bentuk lainnya.

Maka dari itu, *se-* tergolong sebagai afiks, bukan proleksem; bukan juga [klitik](https://narabahasa.id/linguistik-umum/morfologi/perbedaan-klitik-dan-afiks?ref=coba.narabahasa.id). Dengan begitu, menurut saya, *semenarik* dapat dituliskan, sebagaimana Moeliono dkk. (2017) menuliskan kata *seberbahaya* dalam *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia*.

**Rujukan:**

- J.R., Kurnia. 2006\. “[Pasca](https://koran.tempo.co/read/bahasa/80537/pasca?ref=coba.narabahasa.id)”. Dalam *Koran Tempo*. Diakses pada 26 November 2022.
- Kridalaksana, Harimurti. 2010\. *Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia*. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat*. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin