> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Sekali, Sekali-Sekali, dan Sekali-kali
- URL: https://coba.narabahasa.id/sekali-sekali-sekali-dan-sekali-kali/
- Published: 2022-01-12T11:00:40.000Z
- Updated: 2022-01-12T11:00:40.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Linguistik Umum, sekali, sekali-sekali, sekalikali, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Kata *sekali*, menurut saya, sangat menarik untuk diteliti. *Saya suka *sekali* sama baju itu* dan **Sekali* lagi, terima kasih*, misalnya, adalah dua kalimat yang memuat kata *sekali* dengan makna yang berbeda. Lalu, ada variasi-variasi lainnya berupa *sesekali*, *sekali-sekali*, dan *sekali-kali.* Bagaimana cara membedakan mereka?

Dalam KBBI V, *sekali* bermakna ‘satu kali’. Kata ini diturunkan dari bentuk *kali*. Namun, *sekali* yang bukan merupakan turunan dari *kali* berarti ‘amat’ dan ‘sangat’. Dengan begitu, dalam contoh *Saya suka *sekali* sama baju itu*, *sekali* bermakna ‘sangat’ atau ‘amat’. Sementara itu, dalam kalimat **Sekali* lagi, terima kasih*, *sekali* bermakna ‘satu kali’.

Bentuk *sekali-sekali* berarti ‘kadang-kadang’, ‘tidak kerap’, ‘tidak sering’, atau ‘tidak selalu’. Makna tersebut tecermin dalam kalimat **Sekali-sekali*, mampirlah ke tempatku*. Selain itu, penting untuk mengetahui bahwa *sekali-sekali* dapat disingkat menjadi *sesekali*. Dengan makna yang sama, kalimat sebelumnya bisa kita ubah menjadi **Sesekali*, mampirlah ke tempatku*.

Kemudian, *sekali-kali* memiliki makna ‘sama sekali’, ‘sedikit pun (tidak)’, atau ‘sedikit pun (jangan)’. Contoh kalimatnya adalah *Jangan *sekali-kali* melupakan sejarah*.

Untuk menutup tulisan ini serta merangkum perbedaan makna dari kata *sekali, sekali-sekali*, dan *sekali-kali*, saya mau mengutip tulisan Uda Ivan (2018) dari bukunya yang berjudul *Xenoglosofilia: Kenapa Harus Nginggris?*. Beliau menulis, “Jadi, *sekali* salah tidak apa-apa; *sesekali* atau *sekali-sekali* salah juga masih tidak apa-apa; tetapi jangan *sekali-kali* menjadikan kesalahan tersebut sebagai kebiasaan, ya.”

#sekali #sekalisekali #sekalikali

**Rujukan:** Lanin, Ivan. 2018\. *Xenoglosofilia: Kenapa Harus Nginggris?*. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin