> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Preposisi Sekaligus Konjungsi: Hingga, Sampai, Karena, dan Dengan
- URL: https://coba.narabahasa.id/preposisi-sekaligus-konjungsi-hingga-sampai-karena-dan-dengan/
- Published: 2021-11-18T11:00:16.000Z
- Updated: 2021-11-18T11:00:16.000Z
- Author: Narabahasa
- Tags: Linguistik Umum, konjungsi, preposisi, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Preposisi dan konjungsi merupakan dua kategori dalam kelas kata tugas. Preposisi disebut juga sebagai kata depan yang berfungsi sebagai penghubung makna antarkonstituen. Sementara itu, konjungsi sebagai kata hubung bertugas menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat dan tidak. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Dari perilaku semantisnya, preposisi dapat dibedakan menjadi

1. penanda hubungan tempat: *di*, *ke*, *dari*, *hingga*, *sampai*, *antara*, dan *pada*;
2. penanda hubungan peruntukan: *bagi*, *untuk*, *buat*, dan *guna*;
3. penanda hubungan sebab: *karena*, *sebab*, dan *lantaran*;
4. penanda hubungan kesertaan atau cara: *dengan*, *sambil*, *bersama*, dan *beserta*;
5. penanda hubungan pelaku: *oleh*;
6. penanda hubungan waktu: *pada*, *hingga*, *sampai*, *sejak*, *semenjak*, *menjelang*, dan *dari*;
7. penanda hubungan ihwal (peristiwa): *tentang* dan *mengenai*; serta
8. penanda hubungan asal (bahan): *dari*.

Kita bisa melihat bahwa beberapa kata dalam preposisi menduduki lebih dari satu penanda, seperti *dari* yang menandakan hubungan tempat, waktu, dan asal (bahan); *pada* yang terdapat pada kategori hubungan tempat dan waktu; serta *hingga* yang menduduki fungsi penanda tempat dan waktu.

Lebih dari itu, ternyata ada preposisi yang juga bisa berperan sebagai konjungsi, khususnya konjungsi subordinatif:

1. subordinatif waktu
2. menunjukkan awal peristiwa: *sejak*, *sedari*, dan *semenjak*,
3. menunjukkan awal suatu peristiwa yang ditandai dengan peristiwa lain: *begitu*, *demi*, *ketika*, *sambil*, *selagi*, *selama*, *sementara*, *seraya*, *sewaktu*, dan *tatkala*,
4. menunjukkan awal suatu peristiwa yang didahului dengan peristiwa lain: *setelah*, *sebelum*, *sehabis*, *selesai*, *sesudah*, dan *seusai*,
5. menunjukkan lamanya suatu peristiwa yang ditandai dengan peristiwa tertentu: *hingga* dan *sampai*;
6. subordinatif syarat: *asalkan*, *apabila*, *jika*, *jikalau*, *kalau*, dan *manakala*;
7. subordinatif pengandaian: *andaikan*, *seandainya*, dan *sekiranya*;
8. subordinatif tujuan: *agar*, *biar*, dan *supaya*;
9. subordinatif konsesif: *biarpun*, *kendatipun*, dan *meskipun*;
10. subordinatif pembandingan: *alih-alih*, *daripada*, *ibarat*, *laksana*, dan *sebagai*;
11. subordinatif sebab: *karena*, *sebab*, *oleh karena*, dan *oleh sebab*;
12. subordinatif hasil: *makanya*, *sehingga*, dan *sampai-sampai*;
13. subordinatif alat: *dengan* dan *tanpa*;
14. subordinatif cara: *dengan* dan *tanpa*;
15. subordinatif komplementasi: *bahwa*;
16. subordinatif atributif: *yang*; serta
17. subordinatif perbandingan: *… sama … dengan …* dan *… lebih … dari …*.

Dari daftar di atas, beberapa kata yang termasuk dalam kategori preposisi (secara sifat semantis) dan konjungsi (secara sifat sintaksis) adalah sebagai berikut.

1. *Hingga* dan *sampai* tergolong dalam preposisi penanda hubungan tempat dan waktu serta konjungsi subordinatif waktu yang menunjukkan lamanya peristiwa yang ditandai dengan suatu peristiwa lain.
2. *Karena* sebagai preposisi hubungan sebab dan konjungsi subordinatif sebab.
3. *Dengan* merupakan preposisi hubungan kesertaan atau cara dan konjungsi subordinatif alat dan konjungsi subordinatif cara.

Lantas, bagaimana cara membedakan keempat kata tersebut dalam sebuah kalimat? Menurut Moeliono dkk. (2017), jika *hingga*, *sampai*, *karena*, dan *dengan* diikuti kata, mereka berfungsi sebagai preposisi. Sementara itu, jika keempatnya diikuti klausa, mereka berperan sebagai konjungsi.

#preposisi #konjungsi

**Rujukan:** Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia*. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin