> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# “Polisi Wanita” dan “Wanita Polisi”: Perkara Makna dalam Frasa Nominal
- URL: https://coba.narabahasa.id/polisi-wanita-dan-wanita-polisi-perkara-makna-dalam-frasa-nominal/
- Published: 2022-02-13T11:00:41.000Z
- Updated: 2022-02-13T11:00:41.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Linguistik Umum, frasanominal, polwan, wanpol, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Ada satu buku yang baru saja saya temukan. Judulnya *Laras Bahasa: Fobia Bahasa Indonesia* (2008). Buku ini memuat artikel-artikel yang pernah dipublikasikan dalam rubrik “Laras Bahasa”, *Lampung Post*. 

Salah satu artikel di dalam buku ini bertajuk “Polwan atau Wanpol?” dan ditulis oleh Ade Suseno. Kita mungkin sudah tahu bahwa *polwan* berarti ‘polisi wanita’. Sekilas tidak ada masalah. Namun, coba sandingkan dengan bentuk lain, seperti *polisi bahasa*–yang merupakan cap untuk mereka yang gemar mengurusi praktik berbahasa orang lain. Apakah dengan begitu, *polisi wanita* adalah badan pemerintah yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban umum seorang wanita?

Apa yang dituliskan oleh Ade Suseno, menurut saya, menarik untuk dibahas lebih jauh. Beliau mencantumkan contoh lain, seperti apakah *dokter gigi laki-laki* hanya menerima pasien laki-laki? Dengan analisis-analisis perbandingan tersebut, Ade Suseno menyarankan kita, penutur bahasa Indonesia, untuk membiasakan diri menggunakan *wanpol* alih-alih *polwan*.

Saya mencoba mencari rujukan lain. Jika diperhatikan, permasalahan *polwan* atau *wanpol* berputar pada pembentukan frasa nominal. *Polisi* dan *wanita* tergolong sebagai nomina. Ternyata, Moeliono dkk. (2017) dalam *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat* sudah pernah membuat kategorisasi makna frasa nominal. Terdapat tiga belas makna frasa nominal yang ditentukan berdasarkan hubungan antara nomina pertama dan nomina kedua, yang salah satunya ialah makna gender. Berikut saya sertakan gambarnya.

Moeliono dkk. berpegangan bahwa *polisi* adalah nomina inti, sedangkan *wanita* adalah nomina pewatas yang berdiri sebagai atribut (pelengkap).

Kita bisa lihat bahwa Ade Suseno dalam tulisannya menitikberatkan masalah pada makna harfiah. Sementara itu, Moeliono dkk. lebih menyorot makna relasional dari dua nomina tersebut. Buat saya, hal ini pelik untuk dipecahkan. Saya sendiri tidak dapat memilih sebab rasanya seperti menebak telur dan ayam: *polisi yang merupakan seorang wanita* atau *seorang wanita yang merupakan polisi*.

#frasanominal #polwan #wanpol

**Rujukan:**

- Danardana, Sri Agus. (ed). 2008\. *Laras Bahasa: Fobia Bahasa Indonesia.* Lampung: Kantor Bahasa Provinsi Lampung.
- Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin