> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Pola-Pola Akronimisasi dari Harimurti
- URL: https://coba.narabahasa.id/pola-pola-akronimisasi-dari-harimurti/
- Published: 2022-02-19T11:00:26.000Z
- Updated: 2022-02-19T11:00:26.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Linguistik Umum, akronim, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Bukan informasi yang asing lagi bahwa penutur bahasa kita gemar sekali membentuk akronim. Sewaktu saya berkuliah, acara-acara kampus digelar dengan judul berbentuk akronim. Sekarang, saat sebagian besar kegiatan dilaksanakan dalam ruang virtual, tajuk untuk webinar, presentasi, dan acara-acara daring lainnya juga banyak dikemas dengan akronim guna menggaet mata publik.

Menurut Harimurti Kridalaksana, akronim hadir bukan semata-mata untuk kepentingan pemasaran. Akronim adalah akal-akalan penutur atau jalan pintas yang manusia tempuh untuk mengingat sesuatu. Kridalaksana (2010) menyatakan, “Daya ingat manusia secara universal sangat terbatas. Dengan keterbatasan itu manusia berusaha mencari alternatif dalam mengingat sesuatu yang panjang dengan bantuan bentuk-bentuk pendek. Bentuk pendek itu dapat berupa singkatan, penggalan, kontraksi, lambang huruf, atau akronim.”

Dalam *Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia* (2010), Kridalaksana membuat klasifikasi mengenai pola-pola pengakroniman. Menurutnya, terdapat enam belas pola akronimisasi dalam bahasa Indonesia.

1. Pengekalan suku pertama dari tiap komponen

Contoh: *Orba* (**Or*de *Ba*ru*) dan *penjas* (**pen*didikan *jas*mani*)

1. Pengekalan suku pertama dari komponen pertama dan pengekalan komponen kedua secara utuh

Contoh: *Angair* (**ang*kutan *air**)

1. Pengekalan suku kata terakhir dari tiap komponen

Contoh: *Menwa* (*resi*men* mahasis*wa**)

1. Pengekalan suku pertama dari komponen pertama dan kedua serta huruf pertama dari komponen selanjutnya

Contoh: *Markoak (*Mar*kas *Ko*mando *A*ngkatan *K*epolisian)*

1. Pengekalan suku pertama tiap komponen dengan pelesapan konjungsi

Contoh: *Anpuda* (**An*dalan *Pu*sat dan *Da*erah*)

1. Pengekalan huruf pertama dari tiap komponen

Contoh: *KONI* (**K*omite *O*lahraga *N*asional *I*ndonesia*) dan *BEM* (**B*adan *E*ksekutif *M*ahasiswa*)

1. Pengekalan huruf pertama dari tiap komponen frasa dan pengekalan dua huruf pertama dari komponen terakhir

Contoh: *AIKA* (**A*rsitek *I*nsinyur *Ka*rya*)

1. Pengekalan dua huruf pertama dari tiap komponen

Contoh: *Unud* (**Un*iversitas *Ud*ayana*)

1. Pengekalan tiga huruf pertama dari tiap komponen

Contoh: *Prokes (*pro*tokol *kes*ehatan*) dan *puslat* (**pus*at *lat*ihan*)

1. Pengekalan dua huruf pertama dari komponen pertama dan tiga huruf pertama dari komponen kedua yang disertai pelesapan konjungsi

Contoh: *Abnon* (**ab*ang dan *non*e*)

1. Pengekalan dua huruf pertama dari komponen pertama dan ketiga serta pengekalan tiga huruf pertama dari komponen kedua

Contoh: *Nekolim* (**ne*okolonialis*, **kol*onialis*, **im*perialis*)

1. Pengekalan tiga huruf pertama dari komponen pertama dan ketiga serta pengekalan huruf pertama dari komponen kedua

Contoh: *Nasakom* (**nas*ionalis*, **a*gama*, **kom*unis*)

1. Pengekalan tiga huruf pertama dari tiap komponen yang disertai pelesapan konjungsi

Contoh: *Falsos* (**fal*safah dan *sos*ial*) dan *sosbud* (**sos*ial dan *bud*aya*)

1. Pengekalan dua huruf pertama dari komponen pertama dan tiga huruf pertama dari komponen kedua

Contoh: *Jabar* (**Ja*wa *Bar*at*) dan *Jatim* (**Ja*wa *Tim*ur*)

1. Pengekalan empat huruf pertama dari tiap komponen yang disertai pelesapan konjungsi

Contoh: *Agitprop* (**agit*asi dan *prop*aganda*)

1. Pengekalan berbagai huruf dan suku kata yang sukar dirumuskan

Contoh: *Akaba* (**aka*demi per*ba*nkan*), *agipoleksos* (**ag*ama, *i*deologi, *p*olitik, *ek*onomi, dan *sos*ial*), serta *Urildiadj* (**Ur*usan Mor*il** **Di*rektorat *A*ju*d*an *J*enderal*)

Demikianlah enam belas pola akronimisasi yang dikemukakan oleh Kridalaksana. Namun, saya rasa pola-pola tersebut harus dimutakhirkan. Bahkan, kalau perlu, dirumuskan aturannya sehingga bencana banjir akronim yang membingungkan bisa teratasi.

#akronim

**Rujukan:**

- Alniezar, Fariz. 2021\. “[Banjir Akronim Rancu dalam Bahasa Indonesia Dipelopori Militer](https://narabahasa.id/linguistik-umum/morfologi/pembentukan-memasalahkan-dan-mempermasalahkan?ref=coba.narabahasa.id)”. *Tirto*. Diakses pada 18 Februari 2022.
- Kridalaksana, Harimurti. 2010\. *Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia*. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Retmawati. 2021\. “[Banjir Singkatan Kala Pandemi](https://www.kompas.id/baca/opini/2021/09/04/banjir-singkatan-dan-akronim-kala-pandemi?status=sukses%5Flogin&status=sukses%5Flogin&utm%5Fsource=kompasid&utm%5Fmedium=login%5Fpaywall&utm%5Fcampaign=login&utm%5Fcontent=https%3A%2F%2Fwww.kompas.id%2Fbaca%2Fopini%2F2021%2F09%2F04%2Fbanjir-singkatan-dan-akronim-kala-pandemi&status%5Flogin=login)”. *Kompas.id*. Diakses pada 18 Februari 2022.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin