> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Pertunjukan Kalimat
- URL: https://coba.narabahasa.id/pertunjukan-kalimat/
- Published: 2022-05-23T11:00:15.000Z
- Updated: 2022-05-23T11:00:15.000Z
- Author: Shafira Deiktya Emte
- Tags: Buku, Nonfiksi, Resensi Kebahasaan, kalimat, resensi, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Apa yang terlintas pertama kali ketika Kerabat Nara membaca (atau mendengar) kata *kalimat*? Apakah rentetan kata? Keefektifan? Frasa? Klausa? Atau, perkara lainnya yang terkesan memusingkan mengenai ilmu tata bahasa? Bagi saya, biasanya iya. Yang terpikirkan dalam benak saya ialah cara membuat kalimat yang efektif. Hal itu terkadang sulit untuk dilakukan. Namun, Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. dan Prof. Drs. Soedjito melalui buku [*Seri Terampil Menulis Bahasa Indonesia: Kalimat* ](https://www.tokopedia.com/narabahasa/buku-kalimat-djoko-saryono-soedjito?extParam=src%3Dshop&ref=coba.narabahasa.id)berhasil—setidaknya—memberikan pemahaman baru tentang kalimat dalam pikiran saya: kompleks, tetapi menyenangkan.

Dalam tataran gramatikal, kalimat berada pada urutan ketiga setelah [wacana](https://narabahasa.id/artikel/resensi-kebahasaan/buku/menilik-keutuhan-wacana/?ref=coba.narabahasa.id) dan paragraf. Ia adalah tataran sintaksis terbesar.

Saya mengumpamakan kalimat seperti teater. Ia merupakan pertunjukan kompleks yang tersusun atas kerja sama berbagai pihak, mulai dari urutan, intonasi, bentuk kata, kelas kata, hingga unsur-unsur (subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan). Sebagaimana teater yang tidak hanya diisi oleh aktor, kalimat juga tidak hanya disusun oleh salah satu unsurnya. Pada bab pertama, Prof. Djoko dan Prof. Soedjito menunjukkan dengan pasti hal tersebut.

Pada bab kedua, buku ini membahas lebih dalam fungsi dari setiap unsur kalimat. *Subjek* dan *predikat* adalah *sang sutradara* dan *aktor.* Mereka adalah unsur wajib yang harus selalu ada dalam kalimat. Jika tidak ada keduanya, susunan kata itu belum bisa disebut sebagai kalimat yang lengkap. Sementara itu, *objek*, *pelengkap*, dan *keterangan* adalah *sang penata rias, pemain musik,* dan *penata busana.* Mereka adalah unsur takwajib. Meskipun begitu, kehadiran mereka menjadikan kalimat lebih jelas dengan informasi yang lengkap. 

Unsur-unsur kalimat memiliki posisinya masing-masing. Subjek dapat berada di sebelah kanan atau kiri predikat. Dalam kalimat dasar, subjek biasanya terletak di sebelah kiri predikat. Dalam kalimat inversi, subjek terletak di kanan predikat. Di lain sisi, objek dan pelengkap dapat bersama-sama terletak di belakang verba predikat aktif dwitransitif. Objek berada langsung di belakang predikat, sedangkan pelengkap berada di belakang objek. Terakhir, keterangan dapat berada di awal, tengah, atau akhir kalimat. Namun, keterangan harus ditempatkan secara tepat agar tidak mengganggu kepaduan kalimat. Contohnya, dalam kalimat *Ibu membeli tas dan sepatu untuk Rina di Toko Murah, Ibu* adalah subjek, *membeli* adalah predikat, *tas dan sepatu* adalah objek, *untuk Rina* adalah pelengkap, dan *di Toko Murah* adalah keterangan.

Pada bab ketiga, buku ini memetakan kalimat berdasarkan jenisnya. Seperti teater yang memiliki berbagai jenis pengisahan (tragedi, komedi, dan tragikomedi) ataupun aliran seni (realis, surealis, dan absurd), kalimat pun memiliki beragam jenis pembagian. Setidaknya, ada delapan kriteria yang dapat menentukan jenis kalimat, yakni (1) jumlah klausanya, (2) kelengkapan unsurnya, (3) susunan subjek dan predikatnya, (4) peran subjeknya, (5) kategori (kelas kata) predikatnya, (6) kehadiran objek dan pelengkap, (7) bentuk sintaksisnya, serta (8) struktur dasarnya.

Berdasarkan delapan kriteria tersebut, kalimat dapat digolongkan menjadi *kalimat tunggal* dan *kalimat majemuk.* Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa bebas. Subjek dan predikatnya hanya satu dan merupakan kesatuan. Kalimat tunggal terbagi atas *kalimat verbal* dan *kalimat nominal, kalimat lengkap* dan *kalimat taklengkap, kalimat biasa* dan *kalimat inversi,* serta *kalimat berita, kalimat perintah, kalimat tanya,* dan *kalimat seru.* Sementara itu, kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih. Ia adalah penggabungan dari dua kalimat dasar atau lebih. Kalimat majemuk terbagi atas *kalimat majemuk setara* dan *kalimat majemuk setingkat.* Keduanya dapat diketahui dengan memperhatikan konjungsi yang digunakan. Setiap jenis kalimat tersebut memiliki turunannya masing-masing yang dibahas dengan apik dalam buku ini.

Pada bab keempat—sekaligus terakhir—, buku ini menjelaskan kalimat efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula. Kalimat efektif memiliki sepuluh ciri, yakni *lengkap, logis, serasi, padu, hemat, cermat, tidak taksa (ambigu), tidak rancu, bervariasi,* dan *bergaya.*

Dalam subbahasan mengenai kalimat bergaya (hlm.192—197), buku ini menerangkan ihwal gaya bahasa. Gaya bahasa yang dibahas mulai dari *klimaks, repetisi, gradasi, anafora, antitesis, hiperbola, litotes, eufemisme, paradoks, ironi,* hingga *sinekdoke.*

Sementara itu, pada setiap akhir bab, terdapat latihan soal. Kerabat Nara dapat menguji pemahaman terhadap materi di sana.

*Akhir kata, b*uku dengan 208 halaman ini setidaknya dapat membantu kita mendalami seluk-beluk kalimat dalam bahasa Indonesia, mulai dari unsur pembentuk hingga jenis-jenisnya. Buku ini menyajikan “kehidupan” tata bahasa, terutama kalimat, yang sama kompleksnya dengan kehidupan manusia sebagaimana dirupakan dalam teater. Makin dalam membuka lembarannya, Kerabat Nara akan makin menyadari bahwa kalimat tak berbeda dengan sebuah pertunjukan yang berupaya merangkai unsur-unsurnya dengan berbagai cara.

Selamat menyaksikan “pertunjukan kalimat”. Nikmati dengan secangkir kopi hangat dan kening yang sedikit mengernyit. 

#resensi #kalimat #djokosaryono #soedjito

**Penulis:** Shafira Deiktya

**Penyunting:** Harrits Rizqi