> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Perkara Demonim: Tionghoa dan Portugis
- URL: https://coba.narabahasa.id/perkara-demonim-tionghoa-dan-portugis/
- Published: 2022-10-03T11:00:02.000Z
- Updated: 2026-09-23T14:29:55.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Kata, Linguistik Umum, demonim, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Saya sedang membuka KBBI V daring. Saya lupa, apa saja pemutakhiran yang sudah dilakukan oleh penyusun kamus kita pada April 2022\. Ada satu kata yang menurut saya memiliki bunyi unik, yaitu [*gentilik*](https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/gentilik?ref=coba.narabahasa.id).

Sekilas, saya menebak bahwa kata ini berhubungan dengan bebunyian, seperti *gemercik* yang mengartikan ‘berbunyi seperti bunyi air yang jatuh menimpa genangan air dan sebagainya’ atau *gemerisik* yang berarti ‘berbunyi *kersik*\-*kersik* seperti bunyi sepatu orang berjalan di atas daun kering atau batu kerikil’. Wah, saya keliru. *Gentilik* berarti ‘demonim’. Belum tuntas keheranan karena keliru menebak artinya, saya mengerutkan dahi sebab baru pertama kali mendengar kata *demonim*.

*Demonim* merupakan ‘nama diri untuk penduduk asli suatu tempat’. Contohnya adalah *Indonesian*, *American*, dan *Indian*. Dalam bahasa Inggris, *demonym* berarti ‘*a word (such as Nevadan or Sooner) used to denote a person who inhabits or is native to a particular place*’. Selain dengan penambahan sufiks -*an*, kita mungkin familier dengan sebutan *Javanese* dan *Japanese* untuk menandakan masyarakat Jawa dan Jepang. Ada pula pembubuhan *\-ish* dalam *Spanish* serta *Danish*. Bahasa Inggris memang punya beberapa metode untuk membentuk sebuah demonim.

Pertanyaannya, adakah demonim dalam bahasa Indonesia? Sejauh ini, hanya ada dua demonim yang saya temukan, yaitu *Tionghoa* dan *Portugis*. Apabila kita memasukkan kata *Portugal* dalam [KBBI](https://coba.narabahasa.id/content/files/2026/09/bolehkah-menggunakan-kata-yang-tidak-ada-di-kbbi.html) V, arti yang muncul adalah ‘negara yang terletak di Eropa Barat Daya, beribu kota Lisboa’. Hanya ada satu makna di sana. Sementara itu, *Portugis* adalah ‘penduduk negara Portugal’ serta ‘bahasa yang dituturkan di negara Portugal dan Brasil’.

Pada lain sisi, kata *Jawa* punya dua arti, yakni ‘suku bangsa yang berasal atau mendiami sebagian besar Pulau Jawa’ dan ‘bahasa yang dituturkan oleh suku Jawa’. Makna ‘nama diri untuk penduduk asli suatu tempat’ sudah terwakili oleh kata *Jawa*. Dengan demikian, kita tidak memerlukan lema *Jawanis*.

Berdasarkan pembentukan, *Portugis* adalah demonim dalam bahasa Indonesia yang mirip dengan bahasa Inggris-nya, *portuguese*. Pertanyaan berikutnya yang belum bisa saya jawab ialah mengapa tidak semua demonim yang berbunyi *is*–seperti -*ish* dan *\-nese*–kita serap saja sekalian?

#demonim

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin