> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Perbedaan Klitik dan Afiks
- URL: https://coba.narabahasa.id/perbedaan-klitik-dan-afiks/
- Published: 2021-02-17T11:00:20.000Z
- Updated: 2021-02-17T11:00:20.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Morfologi, afiks, Klitik, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Sebelumnya, saya pernah menjelaskan sedikit mengenai [klitik](https://narabahasa.id/rubrik-gramatika/enklitik-nya?ref=coba.narabahasa.id). Klitik adalah morfem terikat yang dapat mengisi gatra pada tingkat frasa atau klausa. Terdapat dua jenis klitik, yaitu proklitik yang terletak di muka, seperti **ku*gunting* dan enklitik yang terletak di belakang, seperti *gunting*ku**.

**Klitik**

Yupita, pada skripsinya “Klitik dalam Bahasa Indonesia”, mengupas penggunaan klitik secara komprehensif. Pada umumnya, proklitik *ku-* dan *kau-* melekat pada bentuk dasar nominal dan verbal yang dapat diawali dengan imbuhan *di-*. Perhatikan contoh berikut.

1\. Kata Benda

a. Dia sudah **dihukum**.

b. Dia sudah **kuhukum.**

c. Dia sudah **kauhukum.**

2\. Kata Kerja

a. Lagu itu **dinyanyikan** dengan bagus.

b. Lagu itu **kunyanyikan** dengan bagus**.**

c. Lagu itu **kaunyanyikan** dengan bagus**.**

Sementara itu, enklitik *\-ku, -mu,* dan *\-nya* dapat melekat pada verba aktif transitif; verba *sesampai* dan *setiba;* adverbia *seingat* dan *setahu*; adjektiva *sesuka* dan *semampu*; kata tugas *bagi, buat, untuk, pada, kepada, oleh, dari, dengan, tentang, seperti, bersama,* dan *beserta*; serta kata benda. Perhatikan contoh-contoh berikut.

1\. Kata Kerja Aktif Transitif

a. Ibu **mengajarkanku** banyak hal.

b. Ibu **mengajarkanmu** banyak hal.

c. Ibu **mengajarkannya** banyak hal.

2\. Kata Kerja *Sesampai* dan *Setiba*

a. **Sesampaiku** di rumah, masakan Bapak harum menguar.

b. **Setibanya** di rumah, dia kelaparan.

3\. Adverbia *Seingat* dan *Setahu*

a. **Seingatmu,** apakah rencanaku pernah gagal?

b. **Setahuku**, dia orang yang temperamental.

4\. Adjektiva *Sesuka* dan *Semampu*

a. Kamu selalu bertindak **sesukamu**.

b. Aku akan berusaha **semampuku**.

5\. Kata Tugas

a. **Bagiku/buatku/untukku**, kamu adalah segalanya.

b. **Padamu** negeri.

c. Aku cinta **kepadamu.**

d. **Olehnya,** anak itu dihajar habis-habisan.

e. Ini hadiah spesial **dariku.**

f. **Denganmu/bersamamu/besertamu**, aku merasa tenang.

g. Lagu ini **tentangmu**.

6\. Kata Benda

a. Mobilnya

b. Sepatuku

c. Bukumu

Perlu diketahui pula, enklitik *\-nya* dapat melekat pada kata kerja yang diawali *di-*, seperti *diangkatnya, diberikannya,* dan *dibawakannya.* 

Sementara itu, bentuk *\-nda* juga tergolong ke dalam jenis enklitik. Penggunaannya sering kita temui dalam kata *ibunda, ayahanda, adinda, ananda,* dan *kakanda*.

Jenis klitik lain yang dipaparkan oleh Moeliono dkk. adalah klitik numeralia seperti *eka-, panca-, catur-, dwi-, multi-,* dan *dasa-.*

**Afiks**

Afiks atau imbuhan adalah bentuk terikat yang bila ditambahkan pada bentuk lain akan mengubah makna gramatikalnya. Kridalaksana (2010: 28) menggolongkan afiks menjadi lima sebagai berikut.

1. Prefiks, yakni afiks yang terletak di awal dasar, seperti *me-, di-,* dan *ber*.
2. Infiks, yakni afiks yang terletak di dalam dasar, seperti *\-el-* pada *geletar* dan *\-em-* pada *gemetar*.
3. Sufiks, yakni afiks yang terletak di belakang dasar, seperti *\-an*, *\-i*, dan *\-kan*.
4. Simulfiks, yakni afiks yang diwujudkan melalui nasalisasi fonem pertama pada bentuk dasar. Fungsinya adalah untuk membentuk verba atau memverbalkan nomina, adjektiva, atau kelas kata lain. Contoh simulfiks sering kita temui dalam bahasa nonformal, seperti *kopi - ngopi, soto - nyoto,* dan *kebut - ngebut*.
5. Konfiks, yaitu afiks yang terletak di awal dan akhir dasar, seperti *ke-an, pe-an, per-an,* dan *ber-an*.

**Perbedaan Klitik dan Afiks**

Menurut pemaparan Ramlan (2019), perbedaan klitik dan afiks terletak pada pemaknaan. Klitik memiliki arti leksikal dan gramatikal. Secara leksikal, *\-ku* bertalian dengan *aku, -mu* dan *kau-* bertalian dengan *kamu*, serta *\-nya* bertalian dengan *ia.* Kemudian secara gramatikal, apabila *ku-* melekat pada verba, *kulihat* misalnya, ia mengindikasikan makna ‘pelaku’. Sementara itu, apabila *\-ku* melekat pada kata benda, misalnya *mobilku*, ia mampu menunjukkan makna ‘pemilik’. 

Hal ini jelas berbeda dengan afiks yang hanya memiliki arti gramatikal dan baru dapat bermakna ketika ia melekat pada kata yang lain. Kita tidak mengetahui makna *me-, ber-,* dan *di-* apabila ketiganya tidak menempel pada bentuk yang lain.

**Rujukan**:

- Kridalaksana, Harimurti. 2009\. *Kamus Linguistik: Edisi Keempat*. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_. 2010\. *Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia*. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. [*Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat*](https://repositori.kemdikbud.go.id/16351/1/Tata%20Bahasa%20Baku%20Bahasa%20Indonesia%20edisi%20keempat.pdf?ref=coba.narabahasa.id)*.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
- Ramlan. 2019\. *Morfologi; Suatu Tinjauan Deskriptif.* Yogyakarta: CV. Karyono.
- Yupita. 2011\. “Klitik dalam Bahasa Indonesia”. Skripsi. Fakultas Sastra, Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

**Penulis**: Yudhistira

**Penyunting**: Ivan Lanin