> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Perbedaan Kalimat Majemuk Setara dan Bertingkat
- URL: https://coba.narabahasa.id/perbedaan-kalimat-majemuk-setara-dan-bertingkat/
- Published: 2021-01-18T11:00:17.000Z
- Updated: 2021-01-18T11:00:17.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Sintaksis, kalimat majemuk, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Berdasarkan jumlah klausanya, kalimat digolongkan menjadi kalimat simpleks (tunggal), majemuk (majemuk setara), kompleks (majemuk bertingkat), dan majemuk kompleks. Kali ini, kita akan membahas perbedaan kalimat majemuk setara dan majemuk bertingkat. 

**Kalimat Majemuk Setara**

Kalimat majemuk setara merupakan kalimat yang terdiri atas dua [klausa](https://narabahasa.id/artikel/linguistik-umum/klausa-relatif-kepingan-yang-berguna/?ref=coba.narabahasa.id) atau lebih yang memiliki hubungan setara. Hubungan antarklausa dalam kalimat majemuk setara lazimnya ditandai dengan kehadiran konjungsi *dan*, *atau*, juga *tetapi*. Ketiga konjungsi ini juga digantikan dengan konjungsi *serta* (maknanya mirip dengan *dan*), *sedangkan*, *padahal*, dan *melainkan* (maknanya mirip dengan tetapi).

- *Aku ingin menonton bola, *tetapi* adikku ingin bermain PlayStation.*
- *Anda dapat mengambil langsung dokumen tersebut di kantor cabang terdekat *atau* mengunduhnya melalui tautan berikut.*
- *Dewan Komisaris memutuskan untuk menaikkan pembagian dividen bagi para direktur *serta* menyetujui penunjukan presiden direktur yang baru.*
- *Dia bukan penyair, *melainkan* seorang penyiar.*

**Kalimat Majemuk Bertingkat**

Kalimat majemuk bertingkat atau kalimat kompleks juga terdiri atas dua klausa, tetapi salah satu klausanya merupakan perluasan. Perluasan ini adalah klausa subordinatif atau anak kalimat.

- *Pak Kades datang *ketika pertandingan belum mulai.**
- *Dia bilang *bahwa kakaknya akan menjemputnya besok.**
- *Kasus penipuan *yang pernah menggemparkan publik* itu dilakukan oleh anak berumur sepuluh tahun.*

Dalam struktur kalimat, klausa subordinatif tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat mandiri. Anak kalimat (klausa subordinatif) selalu bergantung pada induk kalimat (klausa utama). Pada contoh di atas, konstituen *ketika pertandingan belum mulai*, *bahwa kakaknya akan menjemputnya besok*, dan *yang pernah menggemparkan publik* adalah klausa subordinatif. Ketiganya hadir sebagai perluasan dari salah satu unsur dalam klausa utama.

**Perbedaan Kalimat Majemuk Setara dan Bertingkat**

Berdasarkan pemaparan di atas, berarti, perbedaan kalimat majemuk setara dan bertingkat terletak pada hubungan antarklausanya. Pada kalimat majemuk setara, klausa memiliki hubungan yang koordinatif. Selain contoh di atas, konjungsi-konjungsi yang sering dijumpai pada kalimat majemuk setara adalah *lalu, kemudian, lagi pula, hanya, padahal, sedangkan,* juga *baik … maupun*.

Sementara itu, kalimat majemuk bertingkat tersusun atas klausa yang memiliki hubungan yang subordinatif. Konjungsi-konjungsi yang sering ditemukan pada kalimat majemuk bertingkat adalah sebagai berikut.

1. Konjungsi waktu: *setelah, sesudah, sebelum, sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, sewaktu, sementara, sambil, seraya, sambil, selama, sehingga, sampai* (*dengan*)
2. Konjungsi syarat: *jika, kalau, jikalau, asalkan, bila, apabila, manakala*
3. Konjungsi pengandaian: *andai, andaikan, seandainya, andaikata, sekiranya*
4. Konjungsi tujuan: *agar, supaya, biar, untuk, demi, bagi*
5. Konjungsi konsesif: *biarpun, meskipun, sungguhpun, sekalipun, walaupun, kendatipun*
6. Konjungsi pembandingan atau kemiripan: *seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, bagaikan, laksana, alih-alih, ibarat, bak, bagai*
7. Konjungsi sebab atau alasan: *sebab*, *karena*
8. Konjungsi hasil atau akibat: *sehingga*, *sampai-sampai, akibatnya, akhirnya*
9. Konjungsi cara: *dengan, tanpa, secara*
10. Konjungsi alat: *dengan*, *tanpa*
11. Konjungsi komplementasi: *bahwa*
12. Konjungsi atribut: *yang*
13. Konjungsi perbandingan: *lebih … dari, lebih … daripada, sama … dengan ...*

**Rujukan**:

Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. [*Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat*](https://repositori.kemdikbud.go.id/16351/1/Tata%20Bahasa%20Baku%20Bahasa%20Indonesia%20edisi%20keempat.pdf?ref=coba.narabahasa.id). Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

**Penulis**: Yudhistira

**Penyunting**: Ivan Lanin