> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Perbedaan dll., dsb., dst.
- URL: https://coba.narabahasa.id/perbedaan-dll-dsb-dst/
- Published: 2020-11-20T14:16:30.000Z
- Updated: 2020-11-20T14:16:30.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Ejaan, Semantik, dll, dsb, dst, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Siapa yang menyangka kalau ungkapan *dan lain-lain (dll.), dan sebagainya (dsb.)*, serta *dan seterusnya (dst.)* memiliki fungsi yang berbeda? 

Tiga ungkapan tersebut telah diatur di dalam [PUEBI](https://puebi.readthedocs.io/en/latest/kata/singkatan-dan-akronim/?ref=coba.narabahasa.id) sebagai [singkatan](https://coba.narabahasa.id/singkatan-dan-akronim/). Tentang penggunaannya, kita bisa merujuk pada petunjuk praktis yang dikeluarkan oleh [Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa](http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/petunjuk%5Fpraktis/661?ref=coba.narabahasa.id). *Dan lain-lain* merupakan ungkapan untuk menyatakan perincian yang beragam. Fungsi ini berbeda dengan *dan sebagainya* yang bertugas untuk memerincikan sesuatu yang sejenis. Sementara itu, *dan seterusnya* menunjukkan perincian yang berurutan dan berkelanjutan. Perhatikan contoh berikut.

1. Saya pergi ke pasar untuk membeli daging, alat tulis, sabun, dll.
2. Untuk membuat tulisan yang bagus, sebaiknya kita memilih topik yang menarik, menyusun kerangka, menggunakan sumber yang kredibel, dsb.
3. Pak Damin meminta saya untuk mempelajari kontrak kerja itu mulai dari pasal I, II, III, dst.

Pada contoh pertama, “saya” pergi ke pasar untuk membeli tiga hal yang berbeda: daging sebagai bahan makanan, alat tulis untuk menulis, dan sabun untuk mencuci atau mandi. Maka dari itu, ungkapan pemerinci yang cocok adalah *dll.* Selanjutnya, *dsb.* pada kalimat kedua memerincikan panduan untuk membuat tulisan yang bagus. Kemudian, contoh ketiga menggunakan *dst.* untuk menjabarkan permintaan Pak Damin. Frasa *mulai dari* dapat menjadi tanda bahwa pasal-pasal yang ada mesti dipelajari secara berurutan. 

Dari tiga contoh di atas, kita bisa melihat bahwa *dll., dsb.,* serta *dst.* memiliki fungsi yang berbeda. Lantas, mengapa selama ini kita hanya menggunakan *dll.* untuk pemerincian sejenis dan berkelanjutan? 

Dugaan saya yang pertama, ungkapan *dll.* terasa lebih umum untuk digunakan dan sering kita temukan pada wacana tulis. Kemudian, demi menghindari repetisi, barulah kita memilih untuk memanfaatkan *dsb.* dan *dst.* Dugaan saya yang kedua, kebiasaan ini tidak luput dari pemahaman kita soal *et cetera* atau *etc.* dalam bahasa Inggris.

Kamus Oxford mencatat pengertian *et cetera* sebagai “*used after a list to show that there are other things that you could have mentioned*”. Sementara itu, Mirriam Webster menjelaskan definisi *et cetera* ke dalam dua lema: (a) “*a number of unspecified additional persons or things*” dan (b) “*and others especially of the same kind: and so forth*”. 

Berdasarkan pengertian-pengertian dari dua kamus tersebut, bukan tidak mungkin jika *et cetera* mampu mencakup *dll., dsb.,* serta *dst.* dalam bahasa Indonesia. Ditambah lagi, ada ketentuan dalam bahasa Inggris yang mesti kita penuhi ketika menggunakan *etc.* Shundalyn Allen dalam "How to Use 'Etc.'" menuliskan bahwa ungkapan ini hanya dapat digunakan untuk memerinci sesuatu yang sama jenis. 

Bahasa Inggris memiliki *etc.* yang dapat disubtitusi dengan *and so on* serta *and so forth*. Namun, dalam bahasa Indonesia, penggunaan *dll., dsb.,* serta *dst.* harus dibedakan. Ketiganya tidak bersinonim dan memiliki fungsi masing-masing.

**Rujukan:** 

- Allen, Shundalyn. "[How to Use 'Etc.'](https://www.grammarly.com/blog/et-cetera-etc/?ref=coba.narabahasa.id)". Diakses pada 19 November 2020\.
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. "[Penggunaan Dsb., Dst., dan Dll.](http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/petunjuk%5Fpraktis/661?ref=coba.narabahasa.id)". Diakses pada 19 November 2020.
- Lanin, Ivan. 2016\. "[Dan sebagainya, dan lain-lain, dan seterusnya](https://beritagar.id/artikel/tabik/dan-sebagainya-dan-lain-lain-dan-seterusnya?ref=coba.narabahasa.id)". Diakses pada 19 November 2020\.

**Penulis**: Yudhistira

**Penyunting**: Dessy Irawan