> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Peran Tematis dalam Kalimat
- URL: https://coba.narabahasa.id/peran-tematis-dalam-kalimat/
- Published: 2021-10-18T11:00:07.000Z
- Updated: 2021-10-18T11:00:07.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: kalimat, Linguistik Umum, peran tematis, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Berdasarkan *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia* (TBBBI), sebuah kalimat dapat tersusun atas unsur-unsur yang berbeda. Dalam tataran sintaksis, misalnya, ada subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Di luar itu, ada pula tataran peran tematis yang dibedakan menjadi pelaku (aktor), agen, sasaran, pengalam, peruntung, penerima, penyebab, tema, tetara, hasil, lokasi, alat, tujuan, dan sumber (bahan). Berikut akan saya jelaskan.

1. **Pelaku (Aktor)**

Unsur--disebut juga argumen berupa nomina atau frasa nominal--yang melakukan perbuatan dalam suatu kalimat adalah pelaku atau aktor. Lazimnya, pelaku bertindak sebagai subjek pada kalimat aktif dan pelengkap pada kalimat pasif. Perhatikan contoh di bawah ini.

1. *Hamdi* sedang makan ayam goreng.
2. Gitar saya dipinjam *Susi*.

Perlu dicatat, pelaku tidak menentukan argumen lain yang dinyatakan oleh predikat. Dengan kata lain, *ayam goreng* dan *Susi* yang berposisi sebagai argumen tidak wajib hadir. 

1. **Agen**

Agen adalah argumen yang bertindak sebagai subjek dalam kalimat aktif. Namun, berbeda dengan pelaku, agen merupakan argumen yang memiliki pengaruh terhadap argumen lainnya. Agen mengontrol argumen lain melalui predikat. Coba perhatikan dua kalimat ini. Kalimat akan terasa aneh apabila *kesalahan pada masa lalu* dan *obrolan tersebut* sebagai argumen lain tidak dituliskan.

1. *Kami* akan memperbaiki kesalahan pada masa lalu.
2. *Saya* menyudahi obrolan tersebut.

1. **Sasaran**

Sasaran diwakili oleh objek atau pelengkap yang mengalami perbuatan dari predikat. Pada contoh berikut, *Dodo* adalah objek dan *matematika* adalah pelengkap.

1. Bapak membelikan *Dodo* sepeda.
2. Koko sedang belajar *matematika*.

1. **Pengalam**

Pengalam merupakan argumen berupa subjek yang mengalami keadaan. Namun, secara khusus, subjek tersebut harus diikuti oleh verba adjektival atau verba taktransitif yang menyatakan keadaan.

1. *Said* kelaparan di jalan.
2. *Tina* berhasil meraih juara satu.

1. **Peruntung**

Peruntung mendapatkan manfaat dari keadaan atau perbuatan yang dinyatakan predikat. Pada umumnya, peruntung didahului oleh preposisi *demi*, *untuk*, atau *bagi*. Jika tidak diawali dengan preposisi tersebut, peruntung dituliskan setelah verba bersufiks *\-kan*.

1. Bapak membelikan sepeda untuk *Dodo*.
2. Bapak membelikan *Dodo* sepeda.

1. **Penerima**

Penerima merupakan argumen yang menerima sesuatu dari pernyataan predikat.

1. *Dodo* mendapat sepeda dari Bapak.
2. Direktur memberikan teguran keras kepada *para staf*.

1. **Penyebab**

Penyebab adalah unsur yang memicu terjadinya suatu keadaan atau peristiwa.

1. *Gempa bumi* itu memakan banyak korban jiwa.
2. *Canggihnya teknologi* memungkinkan kita untuk berinteraksi secara virtual.

1. **Tema**

Tema biasanya diwakili oleh subjek yang menjadi pokok pembicaraan dalam suatu kalimat.

1. *Chelsea* adalah tim sepak bola dengan poin tertinggi pada Liga Inggris musim ini.
2. *Penulis wara* adalah profesi yang sedang diminati oleh anak-anak muda.

1. **Tetara**

Tetara menjelaskan identitas argumen yang lain. Pada dua contoh di bawah ini, *guru saya* dan *anaknya* merupakan tetara bagi *perempuan* dan *lelaki*.

1. Perempuan itu *guru saya*.
2. Lelaki itu *anaknya*.

1. **Hasil**

Argumen hasil bergantung pada verba yang mewakili sebuah proses. Pada dua contoh di bawah ini, verba *menetapkan* dan *membuat* menentukan hasil *kebijakan hukum* serta *lagu*. 

1. Pemerintah menetapkan *kebijakan hukum* yang berpihak pada korban.
2. Rio membuat *lagu* berdasarkan pengalaman pribadi.

1. **Lokasi**

Lokasi ditandai dengan preposisi lokatif (*di*, *dari*, dan *ke*) yang menggambarkan ruang dan/atau waktu.

1. Dia berangkat *ke Solo*.
2. Ani baru tiba *di rumah*.

1. **Alat**

Argumen ini biasanya diawali dengan kata *dengan* atau *tanpa* untuk menggambarkan alat konkret yang dipakai demi mencapai suatu tujuan.

1. Kami pergi ke puncak dengan *mobil*.
2. Ola bernyanyi lantang tanpa *mikrofon*.

1. **Tujuan**

Tujuan merupakan argumen yang menjelaskan akhir dari sebuah peristiwa atau kejadian.

1. Ibu membanting tulang *untuk kesejahteraan anak-anaknya*.
2. Seorang pemimpin rela berkorban *demi kebaikan orang banyak*.

1. **Sumber (Bahan)**

Argumen sumber menggambarkan bahan baku dari suatu unsur.

1. Gitar itu terbuat *dari* *kayu mahoni*.
2. Fahri menciptakan karya seni *dari kertas*.

Dari pemaparan tersebut, kini kita tahu bahwa kalimat tidak hanya bisa dikategorikan berdasarkan fungsi sintaksis, yakni subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Lebih dari itu, kalimat pun dapat dilihat berdasarkan peran tematisnya.

#perantematis #kalimat

**Rujukan:**

- Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
- Samu, Albertina Yosefina. 2018\. “Fungsi Sintaksis dan Peran Semantis Argumen Inti Bahasa Manggarai Dialek Manggarai Tengah”. Dalam *Linguistik Indonesia*, Volume 36, Nomor 2, Agustus, hlm. 187--204.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin