> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Penyajian Lisan: Pidato dan Ceramah
- URL: https://coba.narabahasa.id/penyajian-lisan-pidato-dan-ceramah/
- Published: 2021-11-02T11:00:04.000Z
- Updated: 2021-11-02T11:00:04.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: keterampilan bahasa, ceramah, pidato, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Buah pikiran tidak hanya dapat disampaikan lewat sebuah tulisan. Dalam keseharian, kita pun memanfaatkan ragam lisan untuk mengungkapkan gagasan dan bertukar pesan.

Pada era Yunani Kuno, pelisanan lebih dikenal dengan istilah *retorika*. Penyampaiannya kental dengan gaya berpidato yang mementingkan keindahan berbahasa. Pada era retorika klasik, ada beberapa ketentuan yang ditetapkan dalam penyusunan pidato:

1. *Inventio* atau *heuresis*: penemuan atau penelitian materi-materi
2. *Dispositio*, *taxis*, atau *oikonomia*: penyusunan dan pengurutan materi dalam berpidato
3. *Elocutio* atau *lexis*: pengungkapan atau penyajian gagasan dalam bahasa yang sesuai
4. *Memoria* atau *mneme*: penghafalan pidato
5. *Actio* atau *hypokrisis*: penyajian pidato

Kini, kita lebih mengenal istilah *public speaking* atau wicara publik. Pada awal kemunculannya, pidato betul-betul mengandalkan keindahan kata-kata. Namun, wicara publik dapat dibilang lebih berfokus pada efektivitas penyampaian pesan. Nordquist (2020) dalam “[The Art of Rhetoric Communication](https://www.thoughtco.com/public-speaking-rhetoric-communication-1691552?ref=coba.narabahasa.id)” menyatakan bahwa wicara publik lebih menyoroti reaksi dan partisipasi audiens daripada teknik-teknik orasi.

Yang menarik untuk digali lebih jauh adalah perbedaan antara pidato dan ceramah. Menurut saya, keduanya cukup sulit untuk dibedakan. Namun, Fabien Delorme dalam tulisannya berpendapat bahwa pidato cenderung lebih pendek ketimbang ceramah. Pembaca pidato juga bisa saja meminta orang lain untuk menuliskan naskahnya. 

Pada lain sisi, ceramah biasanya lebih panjang dibanding pidato. Bahkan, seorang guru yang menerangkan materi pelajaran kepada muridnya dapat dibilang sedang berceramah. Berbeda dengan pidato, audiens boleh mengajukan pertanyaan atau sanggahan kepada penceramah. Kemudian, muatan ceramah cenderung bersifat edukatif.

Jika kita merujuk pada KBBI, *ceramah* seolah-olah tergolong ke dalam *pidato*. *Pidato* berarti ‘pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak’ dan ‘wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak’. Sementara itu, *ceramah* adalah ‘pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan, dan sebagainya’. Namun, *ceramah* juga memiliki makna adjektiva, yaitu ‘suka bercakap-cakap (tidak pendiam); ramah’ dan ‘cerewet; banyak cakap; nyinyir’. Makna yang terakhir ini dapat menarik garis yang tegas untuk membedakan pidato dengan ceramah.

Meskipun ceramah dan pidato merupakan bentuk penyajian lisan, keduanya dapat sedikit dibedakan. Tujuan dan durasinya tidak sama. Terlebih, saya rasa, konteks penggunaannya juga berbeda. Kita lebih sering mendengar istilah *ceramah keagamaan* dibanding *pidato keagamaan*, ‘kan? Begitu juga sebaliknya, *pidato kebangsaan* terdengar lebih umum daripada *ceramah kebangsaan*. 

#pidato #ceramah

**Rujukan:**

- Delorme, Fabien. 2019\. “[What is the Difference Between a Speech, a Presentation, a Lecture and a Talk?](https://theintrovertedspeaker.com/blog/difference-speech-presentation-lecture-talk/?ref=coba.narabahasa.id)”. *The Introverted Speaker*. Diakses pada 3 November 2021.
- Keraf, Gorys. 1989\. *Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa.* Flores: Penerbit Nusa Indah.
- Nordquist, Richard. 2020\. “[The Art of Rhetoric Communication](https://www.thoughtco.com/public-speaking-rhetoric-communication-1691552?ref=coba.narabahasa.id)”. *ThoughtCo*. Diakses pada 26 Agustus 2021.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin