> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Pengingkaran dalam Kalimat
- URL: https://coba.narabahasa.id/pengingkaran-dalam-kalimat/
- Published: 2021-01-22T11:00:19.000Z
- Updated: 2021-01-22T11:00:19.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Sintaksis, negasi, pengingkaran, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Pengingkaran (negasi) adalah penambahan kata ingkar yang sesuai pada awal predikat dalam sebuah kalimat. Lazimnya, pengingkaran kalimat dilakukan dengan menambahkan kata seperti *tidak* *(tak)*, *bukan, belum,* dan *jangan*.

1. *a. Dia bermain bola hari ini.*

*b. Dia* ***tidak*** *bermain bola hari ini*

 *2\. a. Dia akan belanja besok pagi, *tidak* (belanja) hari ini.*

*b. Dia akan belanja besok pagi,* ***bukan*** *hari ini.*

Kehadiran kata ingkar dalam kalimat dapat mengingkarkan seluruh kalimat seperti kalimat 1b. Selain itu, kata ingkar juga bisa mengingkarkan bagian kalimat seperti pada contoh 2\. Kata tidak pada contoh 2a mengingkarkan predikat verbal *belanja* pada klausa kedua (yang dapat dilesapkan). Sementara itu, *bukan* pada 2b mengingkarkan predikat nominal *hari ini*. 

Menurut predikatnya, kata ingkar dibagi menjadi beberapa jenis sebagaimana dijelaskan pada tabel berikut yang saya ambil dari *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia* (2017: 509).

![](https://narabahasa.id/web/wp-content/uploads/2021/01/Pengingkaran-kalimat.png)

**Tidak**

Kata ingkar *tidak* dapat digunakan pada kalimat berpredikat verba yang berjenis [deklaratif](https://coba.narabahasa.id/kalimat-deklaratif/), dan interogatif. Kalimat *Dia memakan ayam goreng* yang berpredikat verba dapat diingkarkan menjadi sebagai berikut.

1. *Dia *tidak* memakan ayam goreng.* (jenis deklaratif)
2. *Dia *tidak* memakan ayam goreng?* (jenis interogatif)
3. *Apakah dia *tidak* memakan ayam goreng?* (jenis interogatif)

Selain itu, kata ingkar *tidak* juga dapat diterapkan pada kalimat dengan (1) predikat adjektival yang berjenis deklaratif, interogatif, dan eksklamatif; dan (2) predikat numeralia tak tentu yang berjenis deklaratif dan interogatif.

Kalimat *Ayah sakit kepala* yang memiliki predikat adjektiva dapat diingkarkan menjadi sebagai berikut.

1. *Ayah *tidak* sakit kepala.* (jenis deklaratif)
2. *Ayah *tidak* sakit kepala?* (jenis interogatif)
3. *Apakah ayah *tidak* sakit kepala?* (jenis interogatif)
4. *Ayah *tidak* sakit kepala!* (jenis eksklamatif)

Kemudian, kalimat *Uangmu cukup* yang memiliki predikat numeralia taktentu dapat diingkarkan menjadi sebagai berikut.

1. *Uangmu *tidak* cukup.* (jenis deklaratif)
2. *Uangmu *tidak* cukup?* (jenis interogatif)
3. *Apa uangmu *tidak* cukup?* (jenis interogatif)

**Bukan**

Kata ingkar *bukan* digunakan untuk mengingkarkan kalimat berpredikat nomina dan numeralia tentu yang berjenis deklaratif serta interogatif. Kata ingkar ini juga dapat dipakai sebagai ekor kalimat interogatif embelan (retoris). 

Kalimat *Bapak orang Jawa* memiliki predikat berupa nomina. Apabila diingkarkan, kalimat ini akan menjadi sebagai berikut.

1. *Bapak *bukan* orang Jawa.* (jenis deklaratif)
2. *Bapak *bukan* orang Jawa?* (jenis interogatif)
3. *Bapak orang Jawa, *bukan*?* (jenis interogatif embelan)

Selanjutnya, *Harga es kopi susu itu Rp20.000,00* yang memiliki predikat numeralia tentu dapat diingkarkan menjadi sebagai berikut.

1. *Harga es kopi susu itu *bukan* Rp20.000,00*. (jenis deklaratif)
2. *Harga es kopi susu itu *bukan* Rp20.000,00?* (jenis interogatif)
3. *Harga es kopi susu itu Rp20.000,00?, *bukan?** (jenis interogatif embelan)

**Belum**

Kata ingkar *belum* dapat digunakan pada kalimat berpredikat verba, adjektiva, dan numeralia taktentu yang berjenis deklaratif serta interogatif. Dalam hal ini, jika predikat mengandung kata *sudah*, kalimat dapat diingkarkan dengan mengganti kata *sudah* menjadi *belum*.

Kalimat *Dia makan* memiliki predikat verba dan dapat diingkarkan menjadi sebagai berikut.

1. *Dia *belum* makan.* (jenis deklaratif)
2. *Dia *belum* makan?* (jenis interogatif)
3. *Apa dia *belum* makan?* (jenis interogatif)

Kalimat *Ayah lapar* yang memiliki predikat adjektiva dapat diingkarkan menjadi sebagai berikut.

1. *Ayah *belum* lapar.* (jenis deklaratif)
2. *Ayah *belum* lapar?* (jenis interogatif)
3. *Apa ayah *belum* lapar?* (jenis interogatif)

Selanjutnya, kalimat *Uangku cukup* yang memiliki predikat numeralia taktentu dapat diingkarkan menjadi sebagai berikut.

1. *Uangmu *belum* cukup.* (jenis deklaratif)
2. *Uangmu *belum* cukup?* (jenis interogatif)
3. *Apa uangmu *belum* cukup?* (jenis interogatif)

Ingat, *belum* dan *sudah* tidak dapat digunakan pada jenis kalimat eksklamatif. Kalimat eksklamatif mengandung seruan atas perasaan yang terjadi secara tiba-tiba. Hal ini berlainan dengan *belum* dan *sudah* yang mencirikan proses atas sebuah peristiwa. 

**Jangan**

Kata ingkar *jangan* hanya digunakan untuk mengingkarkan kalimat imperatif yang biasanya memiliki predikat berupa verba dan mengandung sejumlah kata atau frasa adjektival.

*Mohon berbaris dengan tertib!* adalah kalimat yang memiliki verba (berbaris) dan frasa adjektival (dengan tertib). Kalimat ini dapat diingkarkan menjadi *Mohon *jangan* berbaris dengan tertib!* 

**Rujukan**:

- Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. [*Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat*](https://repositori.kemdikbud.go.id/16351/1/Tata%20Bahasa%20Baku%20Bahasa%20Indonesia%20edisi%20keempat.pdf?ref=coba.narabahasa.id). Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
- Sasangka, Sry Satriya Tjatur Wisnu, dkk. 2015\. *Seni Penyuluhan Bahasa Indonesia: Kalimat*. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

**Penulis**: Yudhistira

**Penyunting**: Ivan Lanin