> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Pembentukan “Memasalahkan” dan “Mempermasalahkan”
- URL: https://coba.narabahasa.id/pembentukan-memasalahkan-dan-mempermasalahkan/
- Published: 2021-03-20T11:00:18.000Z
- Updated: 2021-03-20T11:00:18.000Z
- Author: Narabahasa
- Tags: Morfologi, afiks, kombinasi, konfiks, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Kata *memasalahkan* dan *mempermasalahkan* mengalami afiksasi yang sama. Namun, barangkali, selama ini kita menduga bahwa bentuk dasar *masalah* pada kedua kata tersebut mendapatkan konfiks. Nyatanya, *memasalahkan* dan *mempermasalahkan* terbentuk berkat kombinasi afiks. Apa perbedaan antara konfiks dan kombinasi afiks?

Konfiks, menurut Kridalaksana, adalah afiks tunggal yang terdiri atas dua unsur, yaitu satu di muka dan satu di belakang. Konfiks sering juga disebut sebagai ambifiks dan sirkumfiks. Dalam bahasa Indonesia, kita bisa menemukan konfiks *ke-an* pada *keadaan*, *pe-an* pada *pengiriman*, *per-an* pada *persahabatan*, dan *ber-an* pada *bersahutan*. Ramlan serta Moeliono dkk. pun memaparkan bahwa konfiks dalam bahasa Indonesia hanya tergolong menjadi *ke--an*, *pe-*\-*an, per-*\-*an*, dan *ber--an*. Ketiga ahli bahasa tersebut tidak menyertakan *me--kan* ke dalam klasifikasi konfiks.

Sementara itu, kombinasi afiks adalah kombinasi dari dua afiks yang bergabung dengan bentuk dasar, seperti *me-kan*, *me*\-*i*, *memper-kan*, *memper*\-*i*, *ber-kan*, *ter-kan*, *per-kan*, *pe-an*, dan *se-nya*.

Perlu diketahui, konfiks terjadi secara serentak. Kata *keadaan*, misalnya. Ia merupakan konfiks karena bentuk dasarnya, *ada*, tidak mampu menjadi *keada* atau *adaan* saja. Konfiks *ke-an* harus langsung melebur pada *ada* sehingga membentuk makna yang berterima. Sebaliknya, kombinasi afiks terjadi secara bertahap. Berikut ini adalah proses pembentukan *memasalahkan* dan *mempermasalahkan*.

1. Memasalahkan:

*masalah -> masalahkan -> memasalahkan* 

1. Mempermasalahkan:

*masalah -> masalahkan -> permasalahkan -> mempermasalahkan*

Kita juga harus mencatat bahwa dalam kombinasi afiks, sufiksasi terjadi lebih dahulu. Baru, setelah itu, prefiksasi dilakukan.

**Rujukan**:

- Kridalaksana, Harimurti. 2009\. *Kamus Linguistik: Edisi Keempat*. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_. 2010\. *Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia*. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
- Ramlan. 2019\. *Morfologi; Suatu Tinjauan Deskriptif.* Yogyakarta: CV. Karyono.

**Penulis**: Yudhistira

**Penyunting**: Ivan Lanin