> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Pembentukan Kata: “Jujurly” dan “Sehonestnya”
- URL: https://coba.narabahasa.id/pembentukan-kata-jujurly-dan-sehonestnya/
- Published: 2021-07-02T11:00:17.000Z
- Updated: 2021-07-02T11:00:17.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Morfologi, afiksasi, jujurly, sehonestnya, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Akhir-akhir ini, netizen di jagat Twitter ramai membincangkan, bahkan menggunakan, kata *jujurly*. Pasalnya, kata tersebut pertama kali dipopulerkan oleh salah seorang pengguna TikTok. Lambat laun, saya menemukan juga teman-teman dekat yang menggunakan *sehonestnya*.

Tentu saja ini fenomena kebahasaan yang menarik sekaligus lucu. *Jujurly* dan *sehonestnya* menggabungkan dua bahasa dalam satu kata, yakni bentuk dasar *jujur* yang ditutup dengan imbuhan -*ly* dan *honest* yang diapit dengan *se-* serta -*nya*. Kita bisa melihat pola afiksasi pada dua kata tersebut.

Afiksasi adalah salah satu proses pembentukan kata. Dalam bahasa Indonesia, afiksasi merupakan proses yang produktif untuk menciptakan sebuah kata. Kita mungkin sudah tahu bahwa afiksasi mencakup pengimbuhan di muka kata (prefiksasi), di tengah kata (infiksasi), dan di belakang kata (sufiksasi). Selain itu, ada pula afiksasi bernama konfiks dan kombinasi afiks. Kerabat Nara bisa menyelami perihal afiksasi secara mendetail dalam “[Afiks dalam Bahasa Indonesia](https://narabahasa.id/morfologi/afiks-dalam-bahasa-indonesia?ref=coba.narabahasa.id)”.

Pada *jujurly*, kata *jujur* dalam bahasa Indonesia mendapatkan imbuhan *\-ly* dari bahasa Inggris di belakang. Dengan demikian, kata itu terbentuk melalui sufiksasi. Contoh kata lainnya yang menerima sufiks adalah *ambil*kan**, *teman*i**, dan *surat*an**. Ketiga contoh tersebut diimbuhi sufiks yang juga berasal dari bahasa Indonesia.

Apakah ada sufiks yang diadopsi dari bahasa asing? Ramlan dalam *Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif* (2019) mendaftarkan beberapa afiks dari bahasa asing yang makin produktif digunakan dalam bahasa Indonesia. Contohnya adalah *\-wan* pada *sejara*wan**, *\-is* pada *esa*is**, dan *\-wi* pada *dunia*wi* *.** Ramlan juga menuliskan *\-wati* dan *\-man* sebagai sufiks yang diserap dari bahasa asing. Kita bisa lihat, tidak ada sufiks *\-ly*.

Jika merujuk pada kamus Merriam Webster, -*ly* adalah sufiks dalam bahasa Inggris yang menandakan adjektiva dan adverbia. Kata *weekly*, misalnya, tergolong ke dalam adjektiva. Sementara itu, *slowly* termasuk ke dalam adverbia. Berdasarkan pemaparan Kridalaksana (2010) dalam bahasa Indonesia, sufiks yang bisa membentuk adjektiva adalah *\-an*, -*iah*, -*if*, -*ik*, -*is*, dan -*istis*. Kemudian, tidak ada sufiks yang bisa membentuk adverbia. Sekali lagi, lewat penjelasan Kridalaksana, sufiks *\-ly* belum terdaftar dalam bahasa Indonesia.

Saya rasa, *jujurly* memaknai *sejujurnya*. Kata *jujur* tergolong ke dalam adjektiva. Namun, ketika mendapatkan konfiks *se-* dan -*nya*, *sejujurnya* adalah adverbia. *Honesty* pun merupakan adverbia. Pola pembentukan adverbia *se-* dan *\-nya* lalu diterapkan pula pada kata *honest* sehingga terbentuk adverbia *sehonestnya*.

Akan tetapi, barangkali terciptanya dan populernya kata *jujurly* dan *sehonestnya* tidak berangkat dari pola-pola di atas. Sempat saya sebutkan di awal bahwa fenomena terbentuknya *jujurly* itu lucu—saya tidak hendak mengolok-olok—sekaligus menarik. Perkiraan saya, selain punya keunikan tersendiri dari segi penulisan, pelafalan, dan pemaknaan, dua kata tersebut lahir dari kebiasaan. Secara tidak sadar, sebagian besar netizen sudah terbiasa menerapkan pola-pola afiksasi dalam pembentukan kata tanpa perlu memahami teori dan penelitian-penelitian kebahasaan.

Bukan tidak mungkin, nantinya, pembentukan kata lain dengan afiks berbahasa asing akan sering kita temui di internet.

#jujurly #sehonestnya #afiksasi

**Rujukan:**

- Kridalaksana, Harimurti. 2010\. *Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia*. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Ramlan. 2019\. *Morfologi; Suatu Tinjauan Deskriptif.* Yogyakarta: CV. Karyono.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lani