> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Pemanfaatan Akal Imitasi melalui Rumus TULIS bersama KBM App
- URL: https://coba.narabahasa.id/pemanfaatan-akal-imitasi-melalui-rumus-tulis-bersama-kbm-app/
- Published: 2026-08-04T11:12:06.000Z
- Updated: 2026-09-23T10:11:09.000Z
- Author: Narabahasa
- Tags: Berita, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

KBM App atau Komunitas Bisa Menulis bekerja sama dengan Narabahasa untuk menggelar kegiatan Belajar dari Bintang pada Rabu, 22 Juli 2026, pukul 19.30 s.d. 20.30 secara daring. NDN KBM App ini menghadirkan Ivan Lanin sebagai narasumber dalam diskusi yang bertajuk “Merangkul AI dengan Sehat untuk Membantu Penulisan” yang diskusinya akan berfokus pada penggunaan akal imitasi (AI) sebagai alat bantu bagi penulis dalam memperluas ide, memetakan alur, dan menyunting naskah. Program ini dihadirkan untuk para anggota KBM App yang sebagian besar merupakan ibu-ibu yang hobi menulis cerita secara daring di platform tersebut. 

Sesi diskusi dimulai melalui perkenalan dari Pak Isa, pendiri KBM App, yang menjelaskan tentang fitur aplikasi yang dapat mengubah teks menjadi salindia. Pengantar ini mengawali sesi diskusi mengenai kecanggihan teknologi dalam membantu penulis mempromosikan karya mereka di platform digital yang lain.

Kemudian, diskusi berlanjut pada sesi berbagi dari para peserta yang memiliki rutinitas menulis secara rutin sembari bekerja secara profesional maupun domestik. Dalam diskusi, Ivan Lanin menyoroti banyaknya penulis yang sering kali buntu dalam mengembangkan ide, merangkap menjadi penyunting sekaligus pemasar karya, dan menentukan alur yang makin rumit. Pengalaman dari para penulis tersebut menimbulkan hadirnya kebutuhan alat bantu yang dapat meringankan beban mereka. 

Berangkat dari kondisi tersebut, Ivan Lanin menegaskan bahwa AI dapat menjadi jawaban atas keresahan mereka. Namun, AI harus diposisikan hanya sebagai teman berpikir atau curhat, bukan pengganti penulis. Pernyataan ini kemudian berhasil memantik para peserta untuk berdiskusi interaktif. Mereka diarahkan untuk senantiasa mempertimbangkan bagian mana yang harus disoroti dalam tulisan dan yang butuh bantuan dari AI. 

Diskusi menjadi makin menarik di pertengahan sesi saat Ivan mulai memberikan contoh penggunaan perintah (*prompt*). Isinya membandingkan perintah yang sifatnya umum, seperti meminta AI untuk langsung membuat satu karya dengan perintah yang spesifik, yakni memuat karakter tokoh, profesi, konsistensi tindakan, dan pilihan adegan. Dari sana, peserta mulai memahami bahwa dalam pemanfaatan AI, penulis harus tetap memegang kendali kreatif atas karyanya sendiri. 

Pada akhir diskusi, Ivan Lanin juga memberikan kesimpulan penggunaan AI dengan membocorkan rumus TULIS, yaitu tentukan (masalah), uraikan (konteks), letakkan (batas), inspeksi (hasil), dan suarakan (kembali). Rumus tersebut dapat dijadikan pegangan atau pengingat bagi penulis ketika akan memanfaatkan AI untuk membantu proses kreatif mereka. Melalui diskusi ini, Narabahasa dan KBM App berharap agar para penulis dapat terbantu melalui pemanfaatan bijak AI dengan tetap menjaga orisinalitas kreatif karya dalam setiap karya tulis yang dihasilkan. 

Penulis: Jovita Dwi Swistika Murti

Penyunting: Rifka Az-zahra