> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Pelesapan dalam Kalimat
- URL: https://coba.narabahasa.id/pelesapan-dalam-kalimat/
- Published: 2021-04-29T11:00:35.000Z
- Updated: 2021-04-29T11:00:35.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Sintaksis, Elipsis, MajemukBertingkat, MajemukSetara, Pelesapan, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Kata atau frasa yang berulang dalam sebuah kalimat terkadang dapat mengakibatkan kemubaziran. Salah satu cara yang dapat diterapkan untuk menghindari repetisi satuan lingual dalam kalimat adalah dengan memanfaatkan pelesapan.

Pelesapan digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu delesi dan elipsis. Delesi merupakan pelesapan satuan lingual yang maknanya dapat dipahami secara kontekstual dan situasional. Contoh delesi yang paling mudah adalah *Kiri, Bang!* Konstruksi tersebut merupakan pelesapan dari *Menepi ke kiri, Bang!* atau *Berhenti di kiri, Bang!* Pelesapan ini lebih sering dikaji dalam bidang pragmatika. Sementara itu, menurut Kridalaksana, elipsis adalah peniadaan kata atau satu lain yang wujud asalnya dapat diramalkan dari konteks bahasa atau konteks luar bahasa. Di sini saya akan berfokus pada pelesapan elipsis yang cenderung diteliti secara sintaktis dalam kalimat majemuk.

Elipsis sering digunakan untuk melesapkan suatu unsur dalam kalimat majemuk setara dan bertingkat. Kalimat majemuk setara memiliki klausa yang memiliki hubungan koordinatif atau setara yang memiliki konjungsi koordinatif, seperti *dan, atau, melainkan, padahal, sedangkan, serta,* dan *tetapi*. Perhatikan contoh berikut.

a. Saya sudah makan dan *saya* sudah meminum obat.

b. Saya sudah makan dan Ø meminum obat.

2.

a. Roni datang ke pesta, tetapi saya tidak *datang ke pesta*.

b. Roni datang ke pesta, tetapi saya tidak Ø.

a. Nina sudah mengerjakan tugas, sedangkan saya belum *mengerjakan tugas*.

b. Nina sudah mengerjakan tugas, sedangkan saya belum Ø.

Setiap kalimat b telah mendapatkan pelesapan. Pada contoh pertama, ada pelesapan subjek. Contoh kedua menunjukkan pelesapan predikat dan keterangan. Kemudian, contoh ketiga mencerminkan pelesapan predikat dan objek. Jika diperhatikan, elipsis terjadi pada konstruksi terakhir atau klausa kedua (*dan saya sudah meminum obat, tetapi saya tidak datang ke pesta,* dan *sedangkan saya belum mengerjakan tugas*). Oleh karena itu, kalimat 1b, 2b, dan 3b dapat dikatakan telah mengalami elipsis akhir.

Pada lain sisi, elipsis awal dapat terjadi dalam kalimat majemuk bertingkat yang memiliki klausa dengan hubungan subordinatif. Perhatikan contoh berikut ini.

1.

a. Meskipun *Bapak* sudah lansia, Bapak masih tetap bekerja.

b. Meskipun Ø sudah lansia, Bapak masih tetap bekerja.

a. Jika *kamu* belajar dengan giat, kamu pasti bisa melewati ujian dengan baik.

b. Jika Ø belajar dengan giat, kamu pasti bisa melewati ujian dengan baik.

Dua contoh tersebut menunjukkan elipsis awal yang terjadi pada klausa pertama, yaitu *meskipun Bapak sudah lansia* dan *jika kamu belajar dengan giat*. Tidak berhenti di situ saja. Ternyata, kalimat majemuk bertingkat juga dapat mengalami elipsis akhir.

1. Bambang Pamungkas berhasil membawa Indonesia juara setelah *Bambang Pamungkas* mencetak gol kemenangan.
2. Bambang Pamungkas berhasil membawa Indonesia juara setelah Ø mencetak gol kemenangan.

Kita bisa melihat, pada kalimat majemuk setara, subjek, predikat, objek, dan keterangan bisa dilesapkan. Sementara itu, elipsis pada kalimat majemuk bertingkat hanya terjadi pada subjek. Perlu diketahui juga bahwa kalimat majemuk setara hanya bisa mengalami elipsis akhir, sedangkan elipsis awal dan akhir dapat ditemukan pada kalimat majemuk bertingkat. 

**Rujukan:**

- Kridalaksana, Harimurti. 2008\. *Kamus Linguistik Edisi Keempat.* Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
- Setiawan, Teguh. 2005\. “Kaidah Pelesapan dalam Kalimat Majemuk”. Dalam Jurnal *Litera*, Volume 4, Nomor 1, Januari, hlm. 41--51\. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
- Tukiran, D. 2008\. “Pemahaman Unsur Pelesapan dalam Konstruksi Kalimat Bahasa Indonesia”. Dalam Jurnal *Penelitian Inovasi,* Volume 29, Nomor 1, Februari, hlm. 128--149\. Magelang: Universitas Tidar Magelang.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin