> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Numeralia Pokok dan Tingkat
- URL: https://coba.narabahasa.id/numeralia-pokok-dan-tingkat/
- Published: 2021-05-27T11:00:12.000Z
- Updated: 2021-05-27T11:00:12.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Kata, numeralia, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Numeralia adalah kata bilangan yang menunjukkan jumlah, baik entitas bernyawa maupun tidak bernyawa. Tentunya Kerabat Nara sudah familier dengan bentuk-bentuk numeralia, seperti *pertama*, *dua belas*, *satu-satu*, atau *seluruh*. Namun, apakah Kerabat Nara tahu pengklasifikasian numeralia?

Kali ini, saya akan memaparkan jenis-jenis numeralia berdasarkan pemahaman Moeliono dkk. dalam *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat* (2017).

**Numeralia Pokok**

Numeralia pokok atau numeralia kardinal diartikan sebagai numeralia yang menjadi dasar dari bilangan yang lain. Jenis ini digolongkan lagi menjadi numeralia pokok tentu, numeralia pokok kolektif, numeralia pokok distributif, numeralia pokok taktentu, numeralia pokok klitik, dan numeralia pokok pecahan.

1. Numeralia pokok tentu

Numeralia ini mengacu pada bilangan utuh. Contohnya adalah *1* (*satu*), *2* (*dua*), *3* (*tiga*)*, 10* (*sepuluh*), dan *100* (*seratus*). 

1. Numeralia pokok kolektif

Ciri numeralia ini ditandai dengan prefiks *ke-*, seperti *kedua*, *ketiga*, dan *keempat*. Dalam kalimat, numeralia pokok kolektif lazim diikuti dengan nomina. Contohnya adalah *kedua anak*, *ketiga sahabat*, atau *keempat mobil*. Selain itu, ada pula numeralia pokok kolektif yang dibubuhi prefiks *ber-* setelah pronomina persona: *kamu bertujuh*, *kita berdua*, dan *mereka bersebelas*.

1. Numeralia pokok distributif

Secara umum, numeralia pokok distributif terbentuk melalui pengulangan numeralia, seperti *satu demi satu* dan *masing-masing*. Selain itu, *setiap* dan *tiap-tiap* juga tergolong ke dalam numeralia pokok distributif karena menyatakan makna ketunggalan atau keindividualan.

1. Numeralia pokok taktentu

Numeralia ini mengacu pada jumlah yang tidak pasti. Contohnya adalah *banyak*, *berbagai*, *beberapa*, *pelbagai*, *sedikit*, *semua*, *seluruh*, *segala*, dan *segenap*. Perlu diketahui juga, numeralia pokok taktentu lazim diletakkan di muka nomina. Contoh:

- *berbagai* cara
- *sedikit* air
- *banyak* masalah
- *segenap* insan
- *segala* persoalan
- *seluruh* bangsa

Lebih dari itu, numeralia pokok taktentu juga dapat dikonstruksi dengan penambahan prefiks *ber-* pada nomina numeral yang diulang. Contohnya adalah *berpuluh-puluh*, *beratus-ratus*, dan *berjuta-juta*. Kemudian, penambahan sufiks *\-an* pada nomina numeral pun turut membentuk numeralia pokok taktentu, seperti *puluhan*, *ratusan*, dan *jutaan*.

1. Numeralia pokok klitik

Numeralia ini diserap dari bahasa Jawa Kuno dan menempel sebagai proklitik di depan nomina. Contohnya adalah *eka-*, *dwi-*, *tri*\-, *catur-*, *panca*\-*, sapta-*, dan *dasa*\-.

1. Numeralia pokok pecahan

Numeralia ini dicirikan dengan kata *per*\-, seperti *satu perempat*, *seperlima*, dan *tujuh perenam belas*. Numeralia pecahan pun dapat diwakili oleh *seperdua*, *setengah*, dan *separuh*. 

**Numeralia Tingkat**

Numeralia tingkat hampir serupa dengan numeralia pokok kolektif. Keduanya sama-sama memiliki awalan *ke-*. Namun, ada perbedaannya. Apabila numeralia pokok kolektif diletakkan di muka nomina, numeralia tingkat diletakkan di belakang nomina. *Ketiga pemain* adalah contoh numeralia pokok kolektif, sedangkan *pemain ketiga* adalah contoh numeralia tingkat. 

Perbedaan lainnya juga dapat kita teliti melalui penggunaan kata *pertama* dan *kesatu*. Pada numeralia pokok kolektif, kata *pertama* tidak dapat digunakan. Frasa *pertama pemain* atau *kesatu pemain* tidak kita temukan. Sebaliknya, frasa *pemain pertama* atau *pemain kesatu* sering kita dengar. Dengan demikian, kata *pertama* dan *kesatu* hanya dapat digunakan dalam frasa numeralia tingkat.

Rujukan: Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Penulis: Yudhistira

Penyunting: Ivan Lanin