> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Narabahasa Hadiri Pembekalan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2026
- URL: https://coba.narabahasa.id/narabahasa-hadiri-pembekalan-duta-bahasa-tingkat-nasional-2026/
- Published: 2026-09-12T05:03:41.000Z
- Updated: 2026-09-23T10:11:04.000Z
- Author: Narabahasa
- Tags: Berita, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

![](https://coba.narabahasa.id/content/images/2026/09/whatsapp-image-2026-09-12-at-10-45-54-1-jpeg.jpg)

Narabahasa kembali diundang sebagai narasumber dalam pembekalan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) pada Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 13.00 s.d. 15.00 WIB secara daring melalui Zoom. Diskusi dalam kegiatan ini berfokus pada materi “Membangun Daya Tarik Bahasa dan Sastra melalui Konten Media Sosial” untuk membekali peserta Duta Bahasa Tingkat Nasional 2026\. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2026 dan menjadi tahun kelima Ivan Lanin terlibat dalam pembekalan sekaligus menjadi juri dalam kompetisi tersebut. Pada pembekalan tahun ini, Ivan mencoba mempersempit fokus pembahasan mengenai video sebagai medium penyebaran semangat berbahasa agar lebih berdampak. Bagi Ivan, duta bahasa perlu mendapatkan pemahaman mengenai karakteristik medium agar kreator tidak sekadar berperan sebagai pemindah tulisan ke dalam video saja. “Kemudian, kerangka tersebut saya sederhanakan menjadi tiga kata, yakni ‘berhenti’, ‘bertahan’, dan ‘bergerak’,” jelas Ivan. 

Dalam sesi pemaparan tersebut, Ivan sekaligus menjelaskan penerapan dari tiga kata tersebut. “Berhenti” diartikan sebagai kemampuan medium video menyampaikan alasan kepada penonton untuk menghentikan guliran dan memperhatikannya. Kemudian, “bertahan” berarti menunjukkan penonton terus menyimak hingga video tersebut selesai. Lalu, “bergerak” dimaknai sebagai tindakan yang dilakukan penonton setelah menonton tayangan video sebagai dampak nyatanya, seperti menelusuri arti kata dalam KBBI, membagikan pengetahuan, menerapkan istilah, atau sekadar mengikuti akun penyaji video. 

Ivan berupaya memerincikan kerangka tersebut melalui tiga bagian besar dalam materi yang dibawakannya, yaitu “menentukan”, “mengemas”, serta “menggerakkan dan mengukur”. Pada pembahasan “menentukan”, Ivan menyoroti pemanfaatan tema Matri Bahasa sebagai sumber pencarian ide dalam membahas strategi konten dan sumber rujukan gagasan. Sementara pada bagian “mengemas”, Ivan memberikan cara dalam menentukan sudut pancingan, anatomi alur video, penggunaan bahasa baku yang tidak kaku, dan juga pemanfaatan akal imitasi (AI) secara bijak. Berikutnya, pembahasan “menggerakkan dan mengukur” berfokus pada hal teknis, seperti cara mengunggah, menyebarkan, merawat, dan mengevaluasi dampak nyata konten bagi penonton. 

Materi yang disajikan oleh Ivan ini rupanya diselaraskan dengan tema Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2026, yakni Matri Bahasa Matri Bumi, yang sekaligus menjadi simbol pelaksanaan program Duta Bahasa yang sudah 20 tahun diselenggarakan. 

Peserta makin terlihat interaktif ketika memasuki sesi tanya jawab. Misalnya, seorang peserta dari Bengkulu bertanya tentang keviralan sebagai indikator keberhasilan dalam mendorong audiens untuk bergerak. Seorang peserta dari Sumatera Barat mengangkat persoalan strategi menjangkau audiens yang sejak awal tidak tertarik pada konten kebahasaan. Selain itu, peserta lain juga turut menanyakan pencampuran bahasa daerah hingga strategi kreator pemula antara mengikuti tren yang sudah ada atau membangun ciri khas sendiri. 

Pada sesi akhir, Ivan merangkum materi pembuatan konten menjadi lima hal, yaitu satu tujuan, satu audiens, satu sudut, satu gagasan, dan satu tindakan. Melalui pembekalan Duta Bahasa ini, Narabahasa tidak hanya mengarahkan peserta untuk menciptakan video bertema bahasa dan sastra, tetapi juga belajar memahami cara mengelola video sebagai medium untuk membangun daya tarik masyarakat terhadap bahasa dan sastra dalam kehidupan sehari-hari. 

Penulis: Jovita Dwi Swistika Murti

Penyunting: Rifka Az-zahra