> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Merabu Episode Ke-3: Menyusuri Keresahan Kota, Menemukan Ruang Berkarya
- URL: https://coba.narabahasa.id/merabu-3-menyusuri-keresahan-kota-menemukan-ruang-berkarya/
- Published: 2026-07-29T10:33:15.000Z
- Updated: 2026-09-23T10:11:10.000Z
- Author: Narabahasa
- Tags: Berita, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Merabu Episode Ke-3 digelar oleh Narabahasa dengan mengangkat topik “Menuliskan Resah Kota” yang menggandeng Haikal Satria, pendiri utama Journal Kita, sebagai narasumber. Pekan ini, Merabu dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, pukul 19.00 s.d. 20.00 WIB di Omah Martimbang. Tema “Keresahanku di Kota” pada Merabu kali ini terasa lebih dekat dengan para peserta, sebab agenda acara tidak hanya berupa sesi menulis saja, tetapi juga sesi berbagi tentang keresahan dan ketertarikan peserta terhadap kota yang sudah lama dihuni. 

Episode ini dibuka oleh Nazwa Aulia sebagai pembawa acara yang menyambut Haikal Satria dengan meriah untuk menyapa peserta. Haikal memulai diskusi melalui sesi perkenalan dan memantik peserta dengan pertanyaan, “Apa hal favorit kamu tentang Jakarta?” Ada yang menjawab perpustakaan, trotoar, transportasi umum, jejaring, dan masih banyak lagi. Sesi perkenalan ini berlangsung cukup menyenangkan untuk pemanasan sebelum memulai sesi menulis bersama.

Selanjutnya, Haikal mengajak para peserta untuk menulis bersama dengan memandu proses kepenulisan melalui tiga topik yang dapat dipilih oleh peserta. Tiga topik tersebut ialah “harapan untuk Jakarta”, “kota yang paling berkesan”, dan “misi apa yang ingin diubah apabila diberikan kewenangan”. Peserta diberikan kebebasan untuk mencari inspirasi seluas mungkin dalam waktu 30 menit. 

Selang 30 menit berlalu. Haikal memberikan kesempatan bagi tiga peserta yang berkenan untuk membacakan keresahannya. Tiga peserta tersebut, antara lain, Rauf, Dimas, dan Harrits yang masing-masing memiliki keresahan sendiri terhadap kota yang berbeda.

Rauf menceritakan pengalamannya menyusuri empat kota berbeda dalam waktu yang berdekatan untuk melaksanakan tanggung jawab melalui karya prosanya yang diberi judul “Empat Kota dalam Satu Pekan”. Peserta lainnya, seperti Dimas, mengangkat topik pemerataan infrastruktur dan ekonomi yang tanggung pada kota T. Selain itu, nostalgia kisah romantis yang berakhir tragis dikisahkan melalui karya puisi yang ditulis oleh Harrits. 

Terakhir, Haikal membuka sesi diskusi untuk berbagi cerita tentang keresahan kota yang sering kali diabaikan oleh orang lain. Selain itu, melalui diskusi ini pula, Haikal berbagi strategi proses kreatifnya dalam mencari inspirasi menulis. “Ada banyak ide yang muncul dari dekat kita untuk bisa kita tulis, salah satunya melalui keresahan. Sebab, menulis itu adalah proses *discovery* seorang penulis dalam menemukan makna atas keresahan yang hadir,” ucapnya. 

Diskusi juga menyoroti validitas sebutan “penulis” bagi mereka yang belum menerbitkan buku, tetapi sudah produktif memublikasikan tulisan melalui platform digital. Haikal menanggapinya dengan santai bahwa menurutnya siapa pun berhak menyebut dirinya seorang penulis, meskipun ia merupakan pemula. “Bagi saya, tidak ada penulis yang lebih baik dari penulis pemula karena penulis terbaik lahir dari seorang pemula,” jelasnya. 

Program Merabu Episode Ke-3 ini ditutup oleh Nazwa Aulia dengan harapan agar diskusi ini memberikan pencerahan bagi para peserta yang masih ragu untuk mulai menulis. “Mulailah menulis dari hal yang paling sederhana untuk menciptakan karya yang luar biasa,” pungkasnya.

Penulis: Jovita Dwi Swistika Murti

Penyunting: Rifka Az-zahra