> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Menyingkap Kata Asing lewat Baris TTS
- URL: https://coba.narabahasa.id/menyingkap-kata-asing-lewat-baris-tts/
- Published: 2021-07-26T11:00:21.000Z
- Updated: 2021-07-26T11:00:21.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Kata, BahasaArab, bahasaindonesia, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Semalam, saya berkumpul dengan teman-teman dalam konferensi video. Kita tahu, pada situasi yang sulit seperti ini, berbincang dengan orang-orang terdekat bisa menjadi pelipur bagi rasa bosan. Kami, sekitar berdelapan, berbagi cerita, melemparkan tawa, dan bermain TTS daring yang dibagikan pada layar.

Sebelumnya, di dunia nyata, kami tidak pernah sekali pun bermain TTS bersama-sama. Biasanya kami akan membicarakan topik-topik yang berseliweran dalam media sosial, mengomentari kebijakan para pemuka, atau mendengarkan lagu bersisian. Namun, entah mengapa, baris-baris menurun dan mendatar pada malam itu bisa mengobati kerinduan saya. 

Ada satu baris melintang yang membuat kami berpikir keras. Seperti TTS pada umumnya, baris tersebut meminta kami untuk menuliskan sinonim. Kali ini, persoalannya adalah kata *halaman* yang dimulai dari huruf *s*. Yang ada di kepala saya, ya, tentu *selasar*. Begitu kami isi, ternyata jawabannya salah. Kami revisi. Kata *serambi* terbubuhkan. Salah juga.

Satu teman saya mulai bercelatuk, “Ini lulusan sastra Indonesia nggak bisa jawab, nih?” Saya tidak menggubris protesnya lantaran saya sibuk, penasaran dengan sinonim kata *halaman*. Pada akhirnya, kami putus asa dan mencari kunci jawaban. Sinonim *halaman* yang dimaksud oleh si pembuat TTS itu adalah *sahifah*, sebuah kata yang diserap dari bahasa Arab.

Barangkali, kita sudah tahu banyak istilah-istilah keagamaan yang dipungut dari bahasa Arab. *Salat, halal,* dan *berkah*, misalnya, diserap dari bahasa Arab. Kita bisa berfirasat secara sekilas bahwa sebagian besar istilah dalam agama Islam berasal dari bahasa Arab. 

Dalam “Sumbangsih Bahasa Arab terhadap Bahasa Indonesia dalam Perspektif Pengembangan Bahasa dan Budaya” (2014), Nur menyiratkan, sumbangsih bahasa Arab terhadap bahasa Indonesia tidak hanya menyangkut peristilahan keagamaan. Bahasa Arab pun mendonorkan sederet kosakata yang sering digunakan dalam ilmu pengetahuan umum dan kebudayaan. Kata *rakyat*, *makalah*, dan *hakim*, contohnya, diserap dari bahasa Arab. Ada pula pungutan dari bahasa Arab yang mengalami perubahan makna, seperti *ijāzah*, *kalimah*, dan *ziyārah* yang aslinya memaknai ‘hiburan’, ‘kata’, dan ‘berkunjung (umum)’. 

Contoh-contoh kata di atas sudah sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin, beberapa dari kita belum sadar bahwa mereka diadopsi dari bahasa Arab. Namun, *sahifah*, kata tersebut baru pertama kali saya dengar. Saya jadi bertanya-bertanya, kata apa lagi yang tidak saya ketahui dan berasal dari bahasa Arab? Saya lantas menelusuri kamus dan menyisir kata-kata berbahasa Arab di dalam kamus. Di luar *sahifah*, saya baru mendengar kosakata seperti *karim*, *salwa*, dan *taufah*. Apabila ditelusuri, barangkali banyak kata-kata berakar bahasa Arab yang belum kita ketahui dalam bahasa Indonesia.

Tidak pernah terbayangkan, bermain TTS bisa membuat kami bertahan dalam ruangan virtual sampai tengah malam. Saya jadi sadar satu hal, selain dengan rajin membaca dan giat membuka tesaurus, TTS bisa menjadi pintu masuk kita untuk mempelajari kosakata baru. Tidak heran jika kakek dan nenek kita bisa menguasai begitu banyak kosakata.

#bahasaarab #bahasaindonesia

**Rujukan:**

- Nur, Tajudin. 2014\. “Sumbangsih Bahasa Arab terhadap Bahasa Indonesia dalam Perspektif Pengembangan Bahasa dan Budaya”. Dalam Jurnal *Humaniora*, Volume 26, Nomor 2, Juni, hlm. 235--243\. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.
- Qodratillah, Meity Taqdir. 2016\. *Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Tata Istilah*. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin